- Ciptakan suasana nyaman
Awali wawancara dengan sapaan hangat dan sedikit basa-basi untuk menciptakan suasana yang nyaman.
Jelaskan struktur wawancara, termasuk durasi dan urutan pertanyaan, agar kandidat memiliki gambaran yang jelas.
Tunjukkan ketertarikan pada jawaban mereka, karena dialog yang lancar akan membuat wawancara lebih produktif.
- Buat catatan setelah wawancara
Jangan hanya mengandalkan ingatan karena detail penting bisa saja terlupakan. Catat poin-poin penting dari jawaban kandidat untuk memudahkan perbandingan antar kandidat.
Gunakan panduan wawancara agar catatan tetap fokus pada aspek-aspek yang relevan dengan posisi pekerjaan.
Baca Juga: 3 Hal Ini Ternyata Bukan Tanggung Jawab HR Sepenuhnya, karena Perlu Kerja Sama Semua Pihak
- Evaluasi kandidat dan prosesnya
Tidak ada kandidat yang sepenuhnya cocok untuk suatu posisi. Jadi, lebih baik fokus pada keterampilan utama yang dibutuhkan dan kemampuan yang bisa dikembangkan di tempat kerja.
Selain itu, penting juga untuk mengevaluasi cara mewawancara dengan meminta masukan dari rekan kerja agar keterampilan terus meningkat.
Jika sudah melakukan enam hal di atas, kamu sudah siap untuk mewawancarai kandidat terbaik untuk perusahaan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Yang Bisa Dilakukan Pelamar untuk Mencegah Di-ghosting Rekruter, Terakhir: Jangan Biasakan Overthinking
6 Kesalahan Saat Negosiasi Gaji yang Sering Dilakukan Pelamar, Akibat Tidak Riset Lebih Dulu
Cara Menjawab Pertanyaan "Apa yang Akan Kamu Berikan untuk Perusahaan" saat Wawancara Kerja
Kesalahan Besar dalam Wawancara Kerja: Jangan Langsung Bilang Bisa Mulai Kerja Secepatnya
Bertahan di Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Dimulai sejak Sesi Wawancara Kerja
Cara Menjawab Pertanyaan tentang Etos Kerja saat Wawancara Kerja, Ingat Kata-kata Kuncinya!
10 Tanda Green Flag Pelamar yang Harus Diterima oleh Perusahaan, Bisa Jadi Karyawan Terbaik!