Menurut Baguios, sebagai manfaat yang diamanatkan pemerintah, gaji ke-13 sering diperlakukan sebagai tindakan kepatuhan daripada rasa terima kasih.
"Ketika 'mengapa' di baliknya tidak jelas atau dikomunikasikan dengan buruk, hal itu berisiko menjadi kewajiban bagi pemberi kerja dan hak bagi karyawan—yang hasilnya semakin berkurang.
"Seiring berjalannya waktu, karyawan mengharapkan lebih banyak untuk usaha yang sama, sehingga mengurangi dampak dari penghargaan tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Dituding CEO Gadungan dan Tak Bayar Gaji Karyawan, Hamish Daud Tempuh Jalur Hukum
Baguios mengatakan, perusahaan harus memikirkan kembali cara mereka mengomunikasikan penghargaan untuk karyawan.
"Sebelum mendistribusikan manfaat, ungkapkan dengan jelas tujuannya—rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi karyawan. Fokusnya harus pada pesan, bukan hanya uang," sarannya.
"Motivasi yang berkelanjutan berasal dari sistem penghargaan yang dipikirkan dengan matang yang menyelaraskan pengakuan dengan perilaku yang diinginkan."
Bila penghargaan menjadi bermakna, dan punya tujuan, penghargaan tersebut tidak hanya menumbuhkan kepuasan karyawan yang lebih besar tetapi juga tempat kerja yang lebih terlibat dan produktif.
Artikel Terkait
5 Saran yang Harus Dilakukan Bagi Seorang Pemula Dalam Melakukan Olah Raga
Mixed Nuts, Camilan yang Tak Hanya Lezat Namun Juga Membuat Jantung Sehat!
Hadirkan Tata Kelola yang Transparan, BRI Raih Dua Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Menurut Para Ahli, Musik Seperti Berikut Ini Bisa Membuat Bangun Pagi Lebih Berarti
Begini Cara Kimberly Ryder dan Jerome Kurnia Menyiapkan Adegan-adegan Intim di Waktu Kedua
Plank, Latihan Sederhana Namun Menantang yang Ternyata Melatih Otot-Otot Penting Berikut Ini
Tak Boleh Sembarangan ke IGD pakai BPJS Kesehatan, Harus Masuk Kriteria 5 Kondisi Gawat Darurat Ini