Pekerja sebenarnya kewalahan dengan perubahan AI
Seperti disebutkan di atas, meski AI sudah mulai masuk ke dalam berbagai lingkup pekerjaan, perusahaan sebenarnya sama tidak yakinnya dengan para karyawan mengenai pekerjaan seperti apa yang dilakukan setelah revolusi teknologi terbaru.
“Satu hal yang diyakini perusahaan adalah semakin nyaman dan fasih karyawan dengan AI maka semakin besar kemungkinan mereka dapat menavigasi perubahan, semakin mudah pola pikir beradaptasi, dan semakin besar kemungkinan untuk sukses,” kata Shapero.
Baca Juga: 4 Perilaku Atasan yang Bisa Mendorong Karyawan Sering Melakukan 'Revenge Quitting'
Namun, beban ketidakpastian ini akan berdampak negatif terhadap karyawan.
Menurut survei LinkedIn, hampir dua pertiga atau sekitar 64% karyawan merasa kewalahan dengan laju perubahan di tempat kerja akibat perkembangan AI.
Meski begitu, jangan menunjukkan hal ini jika kamu ingin kesempatan diterima kerja lebih besar.
Lebih baik perlihatkan kamu akrab dengan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari sehingga perusahaan lebih percaya kamu bisa bekerja dengan baik menggunakan AI. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Ini Penting! Berbagai Macam Contoh Pemanfaatan Teknologi AI dalam ChatGPT untuk Operasi HRD
Begini Cara Menjadikan Resume Kamu Lebih Powerful dengan Surat Referensi
10 Cara Efektif dan Profesional dalam Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja
Berikut Ini Contoh-Contoh Prompt atau Perintah pada Chat GPT untuk Keperluan Operasi Human Resources
Honda dan Nissan bersama Mitsubishi Berencana Merger, Siap Hadang Toyota dan Volkswagen
Hilangkan 8 Kebiasaan Ini dalam Hidup Kalau Kamu Ingin Tetap Classy saat Usia Bertambah
4 Penyebab Karyawan Melakukan 'Revenge Quitting' Selain Karena Konflik yang Terus-menerus