Jadi People Pleaser di Kantor Bisa Bikin Kamu Burnout, Ini Cara untuk Menghentikannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 6 Maret 2025 | 11:00 WIB
Selalu memprioritaskan tujuan orang lain dapat membuat kamu sulit fokus pada ambisi dan nilai-nilai sendiri. (Freepik)
Selalu memprioritaskan tujuan orang lain dapat membuat kamu sulit fokus pada ambisi dan nilai-nilai sendiri. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Apakah kamu karyawan yang terlalu baik di kantor? Misalnya, mengerjakan tugas dan proyek yang sebenarnya bukan tanggung jawab kamu? Atau bahkan menawarkan diri bekerja di akhir pekan karena tak ada yang menawarkan diri?

Itu artinya kemungkinan besar kamu adalah seorang people pleaser.

Kamu tidak bisa menerima rasa bersalah saat mengatakan "tidak" kepada orang lain karena tidak ingin membuat orang kecewa atau menghindari konflik. Ini tentu saja melelahkan.

Mengapa sulit berkata “tidak”?

Alasan kamu tidak bisa berkata “tidak” karena karena sebagai manusia, pada dasarnya kamu kita tidak suka merasa tidak nyaman.

Liane Davey, psikolog dan penulis, menjelaskan, "Bagi orang-orang yang sangat sadar akan perasaan orang lain, salah satu sumber ketidaknyamanan terbesar adalah mengecewakan orang lain atau membuat mereka tidak nyaman."

Terkadang, people pleaser setuju melakukan sesuatu hanya karena kebiasaan.

Baca Juga: Dampak Negatif Jadi People Pleaser di Tempat Kerja dan Cara Menghentikannya!

Risiko selalu mengatakan “ya”

Dengan setiap kali mengatakan “ya” untuk sesuatu, kamu sebenarnya mengurangi kapasitas diri untuk berkomitmen sepenuhnya.

Mengubah pola pikir ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan upaya sadar. Namun, mengabaikannya justru dapat menyebabkan konsekuensi serius, termasuk:

  • Burnout: Terus-menerus mengambil tanggung jawab tambahan dengan mengorbankan kesejahteraan diri sendiri dapat membuat kamu lelah secara fisik dan emosional.
  • Frustrasi: Jika kebutuhan diri terus-menerus dikesampingkan, dampaknya adalah kebencian dan ketidakpuasan pada diri sendiri.
  • Kehilangan identitas: Selalu memprioritaskan tujuan orang lain dapat membuat kamu sulit fokus pada ambisi dan nilai-nilai sendiri.

Cara menghilangkan kebiasaan ini

Di dunia kerja, terus-menerus berkata “ya” bisa menjadi bumerang. Kamu harus belajar mengatakan "tidak" karena ini adalah cara untuk menetapkan batasan sehat demi melindungi waktu, energi, dan kesejahteraan mental.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Welcome to the Jungle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X