Jangan Gunakan AI secara Berlebihan Jika Tak Ingin Pikiran Kritis Kamu Hilang

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 6 Maret 2025 | 12:00 WIB
Hindari menggunakan AI secara berlebihan supaya memelihara pemikiran kritis kamu. (Freepik)
Hindari menggunakan AI secara berlebihan supaya memelihara pemikiran kritis kamu. (Freepik)

Pejuangantoran.com - Dengan kemajuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang pesat, sekarang semua orang dapat bisa menggunakan teknologi ini menyelesaikan apa pun.

Salah satu alasannya adalah karena AI dapat memberikan jawaban yang hampir seketika sehingga sangat menghemat waktu.

Namun, jika kamu selalu mengandalkan pekerjaan yang membutuhkan pemikiran untuk diserahkan kepada komputer, ini dapat menimbulkan kerugian.

Bukan hanya karena jawabannya sering kali tidak tepat, tetapi juga karena ini dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga pada cara kamu berpikir dan mengingat ide.

AI bisa membuat ketergantungan

Menurut sebuah studi baru yang dipimpin oleh peneliti Microsoft dan Carnegie Mellon University, cara manusia berpikir kritis dan memecahkan masalah sendiri sedang diubah oleh perangkat AI dengan cara yang mengejutkan.

Para peneliti mensurvei 319 pekerja yang sebagian besar bergerak di bidang komputer, matematika, seni, dan desain, yang menggunakan alat bantu AI generatif seperti ChatGPT dalam pekerjaannya.

Baca Juga: Hati-Hati Jangan Sampai Jatuh Cinta pada Bot AI!

Data menunjukkan bahwa orang-orang yang mempercayai kemampuan AI generatif untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu, memiliki “upaya berpikir kritis yang lebih sedikit”.

“Meskipun GenAI dapat meningkatkan efisiensi pekerja, tetapi ini dapat menghambat keterlibatan kritis terhadap pekerjaan dan berpotensi menyebabkan ketergantungan yang berlebihan dalam jangka panjang,” kesimpulan peneliti.

Namun, pekerja yang menilai dirinya lebih percaya diri dengan kemampuan diri sendiri, mengatakan bahwa mereka meninjau jawaban dari AI dengan lebih kritis.

Bagaimana agar kemampuan berpikir kritis tidak hilang?

Studi Microsoft ini sejalan dengan penelitian yang terus berkembang mengenai bagaimana alat bantu AI generatif mengubah cara manusia belajar, yang terkadang menjadi lebih buruk.

Sebuah penelitian pada 2024 di sekolah-sekolah Turki, menemukan bahwa siswa yang menggunakan ChatGPT sebagai tutor untuk berlatih soal matematika justru mendapatkan nilai yang lebih buruk dalam tes matematika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: huffpost

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X