CEO Ralph Lauren Bilang: Kalau Mau Feedback Lebih Ngena, Kadang Caranya Harus Blak-blakan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 23 April 2025 | 09:08 WIB
Ilustrasi: Tidak ada rumus pasti dalam hal cara memberi feedback pada karyawan. (Freepik)
Ilustrasi: Tidak ada rumus pasti dalam hal cara memberi feedback pada karyawan. (Freepik)

Ini yang bikin beberapa CEO ambil pendekatan unik. Contohnya Changpeng Zhao, eks CEO Binance. Dia suka ngasih feedback kapan saja idenya muncul, bahkan di depan banyak orang.

“Awalnya banyak yang kaget, tapi lama-lama terbiasa,” tukasnya.

Lain lagi dengan CEO Boeing, Kelly Ortberg, yang pernah bilang ke karyawan, “Jangan cuma ngeluh di pantry. Fokus aja ngalahin Airbus.”

Sedangkan CEO AMD, Lisa Su, bahkan bisa mengirim feedback tengah malam. Tetapi dia percaya, pemimpin itu bukan dilahirkan, tapi dilatih. Artinya, siapa pun bisa jadi pemimpin asal mau belajar dan menerima masukan juga.

Baca Juga: Cara Leader Mengelola Konflik di Tempat Kerja agar Lebih Berdampak buat Anggota Tim

Memberi feedback pada karyawan itu memang nggak ada rumus pastinya. Kadang harus to the point, kadang harus lembut. Tetapi yang penting, niatnya tulus untuk membantu orang berkembang, bukan sekadar mengkritik.

Seperti kata Louvet, “Feedback itu bukan hukuman, tapi peluang.”

Jadi, kalau kamu mendapat kritikan dari bos, jangan baper dulu. Apalagi merasa kurang dihargai di tempat kerja. Bisa jadi itu "balok" yang kamu butuhkan untuk naik level.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X