Buatlah daftar apa yang dapat dilakukan orang lain untuk mendukung pekerjaan kamu, kemudian delegasikan kepada orang yang tepat.
Tantang diri kamu untuk melepaskan beberapa tugas setidaknya seminggu sekali sehingga dapat menghilangkan kelebihan pekerjaan dari jadwal kamu.
- Otomatiskan pekerjaan apa pun yang bisa dilakukan
Dengan kemajuan teknologi yang pesat, semakin banyak bagian dari hidup yang dapat diotomatisasi atau setidaknya dipermudah.
Jika memang bisa, maka biarkan teknologi melakukan pekerjaan kamu.
Baca Juga: 1 dari 4 Karyawan Milenial Pilih Resign Jika Ada Permintaan dari Atasan Di Luar Jam Kerja
Misalnya, gunakan teknologi pemfilteran email atau alat seperti SaneBox yang memanfaatkan AI untuk penyortiran email.
Untuk klien yang membutuhkan balasan email lebih panjang, manfaatkan ChatGPT untuk untuk membantu menulis email.
Jika kamu adalah menjadwalkan banyak pertemuan dengan pihak luar, gunakan alat penjadwalan online seperti Calendly untuk mempermudah melakukannya.
Mengurangi waktu kerja mungkin tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, dengan disiplin melakukan perubahan, kamu bisa membuat diri bekerja secara lebih efektif sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk kehidupan di luar pekerjaan.
Artikel Terkait
Separuh Karyawan Lebih Suka Jam Kerja Normal dari Jam 09.00-17.00 Ketimbang Jam Kerja Fleksibel
Di Australia, Karyawan Boleh Tolak Terima Telepon dan Email dari Bos Usai Jam Kerja dan Saat Libur, Indonesia Kapan?
Fakta May Day atau Hari Buruh: Sejarah Jam Kerja Delapan Jam Sehari Alias 9 to 5
Jadwalkan Kegiatan Sederhana di Sela Jam Kerja untuk Mengurangi Kelelahan dari Rutinitas
5 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia (Untunglah, Indonesia Tidak Termasuk)
Australia Terapkan Aturan Baru: Hak untuk Mengabaikan Bos Setelah Jam Kerja