Cara Ampuh Memotong Pembicaraan Rekan Kerja yang Terlalu Dominan Saat Meeting

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 12 Mei 2025 | 16:20 WIB
Ilustrasi: Bagaimana cara memotong pembicaraan rekan kerja yang tidak memberi kesempatan orang lain untuk bicara? (Freepik/Master1305)
Ilustrasi: Bagaimana cara memotong pembicaraan rekan kerja yang tidak memberi kesempatan orang lain untuk bicara? (Freepik/Master1305)

“Ben, soal timeline itu poin yang bagus. Tapi Asti, menurut kamu gimana dari sisi marketing?”

“Harry, aku setuju banget sama yang kamu bilang. Itu jadi ngingetin aku sama pengalaman minggu lalu….”

Cara ini bikin lawan bicara merasa dihargai, dan kamu pun bisa mengarahkan diskusi ke topik yang ingin kamu angkat.

Baca Juga: Pakai Judul Kontroversial, Bakal Seintim Apa Penampilan Darius Sinathrya dalam 'Sugar Daddy'?

Kalau masih sulit menyela, gunakan kalimat ini

Kalau bingung bagaimana menyampaikannya, kamu bisa pakai template ini:

“Trie, aku boleh jump in? Aku ingin buka diskusi dari sudut pandang yang sedikit berbeda.”

Kalau kamu sudah mencoba menyela dengan sopan tapi masih juga nggak diberi ruang, kamu boleh kok bicara lebih langsung. Contoh:

“Ben, terima kasih insight-nya. Tapi aku rasa penting juga memberi kesempatan teman lain bicara. Gimana kalau kita buka forum ke yang lain?”

“Harry, kami paham kamu punya pandangan kuat soal ini. Tapi boleh nggak kita dengar juga masukan dari Asti?”

Baca Juga: Ada Apa Nih? Microsoft Larang Karyawannya Pakai Aplikasi AI dari China, DeepSeek!

Intinya, komunikasi yang sehat seharusnya mau memberi ruang pada semua orang. Memotong pembicaraan bukan berarti agresif, tapi bisa jadi tanda bahwa kamu peduli pada kualitas diskusi.

Kalau kamu merasa seseorang terlalu mendominasi, bisa jadi yang lain juga merasa hal yang sama. Jadi, ketika kamu mengambil inisiatif untuk menyela dengan sopan dan efektif, yakinlah, banyak yang akan menghargai sikapmu itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X