Tips memberikan feedback ke atas
- Jangan asal bicara
Sama seperti wawancara, pertemuan empat mata dengan manajer membutuhkan persiapan.
Pelatih karir Deborah Brown-Volkman menyarankan untuk menyusun poin-poin dan melatihnya untuk membantu kamu meringankan rasa gugup dan membuat lebih percaya diri saat menyampaikannya.
- Berikan feedback yang spesifik
Feedback, terutama kritik, akan lebih sulit diterima jika tidak spesifik dan kemungkinan besar tidak akan ditindaklanjuti oleh manajer untuk diperbaiki.
Baik itu pola perilaku yang perlu dibahas atau insiden tertentu, pastikan kamu mengatakannya dengan spesifik dan baik hati.
“Penyampaian adalah segalanya,” kata Brown-Volkman.
Baca Juga: CEO Ralph Lauren Bilang: Kalau Mau Feedback Lebih Ngena, Kadang Caranya Harus Blak-blakan
- Jangan bicara tiba-tiba
Pastikan atasan tahu saat kamu akan memberikan feedback kepadanya. Ini akan membuatnya siap untuk menerima apa pun yang kamu katakan.
Pada dasarnya, orang harus siap dan terbuka untuk menerima feedback atau dia tidak akan benar-benar mendengar apa pun yang diberikan.
Itu artinya, kamu juga sebaiknya menghindari memberikan feedback langsung kepada manajer di tempat umum, misalnya saat rapat tim.
Meskipun memberikan feedback ke kepada manajer bisa menegangkan, tetapi ada beberapa cara untuk membuatnya menjadi percakapan yang konstruktif bagi kedua belah pihak.
Brown-Volkman bilang, “Jika kamu memberikan feedback dengan cara yang profesional, maka feedback tersebut akan terlihat profesional.” ***
Artikel Terkait
10 Langkah yang Harus Dilakukan Oleh Supervisor Dalam Melakukan Feedback yang Efektif
Metode Umpan Balik Sandler Feedback Menjamin Hasilnya Lebih Efektif. Berikut ini Langkah-Langkahnya!
6 Strategi agar Pemimpin Bisa Mengelola Feedback secara Efektif, Jangan Dibiarkan Begitu Saja!
Feedback Karyawan Tidak Selalu Akurat, tapi Apa Jadinya Jika Mereka Berhenti Memberikan Feedback?
Beban Kerja Meningkat, Pemimpin Tak Punya Waktu Menanggapi Feedback dari Karyawan. Ini Dampaknya!
Penilaian 360 Derajat Kerap Dianggap Tidak Adil oleh Karyawan, Konon Bisa Jadi Ajang Balas Dendam. Benarkah?