Kerja di Jepang Gajinya Pasti Besar? Tunggu Dulu, Cek 4 Faktor yang Jadi Penentunya

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 9 Juni 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi Jepang  (freepik/tawatchai07)
Ilustrasi Jepang (freepik/tawatchai07)

- Kyoto, Kawasaki, dan Saitama berada sedikit di bawah, sedangkan Okinawa mencatat angka terendah sebesar 390 ribu JPY (sekitar Rp44 juta).

Baca Juga: Benarkah Gaji di Jepang Tinggi? Ini Gambaran Besarnya Supaya Kamu Tahu dan Nggak Salah Kira!

  1. Tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan yang lebih tinggi biasanya berbanding lurus dengan peningkatan potensi penghasilan yang bisa didapatkan. Gambarannya sebagai berikut:

- Lulusan perguruan tinggi atau diploma biasanya mendapatkan gaji sekitar 17% lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA.

- Gelar sarjana menambah penghasilan rata-rata 24% dari lulusan diploma.

- Pemegang gelar master menerima gaji 29% lebih tinggi dari sarjana.

- Gelar Ph.D. meningkatkan penghasilan sekitar 23% dibandingkan dengan master.

Itulah yang membuat pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan finansial tenaga kerja di Jepang.

Baca Juga: Kalau Mau Mengawasi Pemakaian Media Sosial Karyawan, Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan!

  1. Pengalaman kerja

Lamanya pengalaman kerja juga berperan penting dalam peningkatan besaran gaji, seperti berikut ini:

- Pengalaman 2 – 5 tahun, naik 32%.

- Pengalaman 5 – 10 tahun, naik 36%

- Pengalaman 10 – 15 tahun, naik 21%

- Pengalaman 15 – 20 tahun, naik 14%

- Pengalaman di atas 20 tahun, naik 9%

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Time Doctor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X