Perusahaan Jepang biasanya menetapkan usia pensiun pada angka 60 tahun. Namun, banyak pensiunan masih bekerja paruh waktu karena sistem pensiun baru diberlakukan pada usia 65 tahun.
- Jenis industri
Meski jenis industri turut menentukan gaji rata-rata, tetapi tidak selalu mencerminkan penghasilan pada setiap posisi pekerjaan.
Misalnya, manajer keuangan bisa memperoleh gaji tinggi, tetapi rata-rata industri bisa turun karena posisi staf junior dengan bayaran rendah.
Di Jepang, industri kesehatan memiliki gaji per tahun yang paling tinggi, yaitu 10,3 juta JPY atau sekitar Rp1,17 miliar. Sementara yang terendah adalah keuangan dan akuntansi, yaitu 7,15 juta JPY atau sekitar Rp811 juta.
Jadi, jangan langsung berharap kamu langsung mendapat gaji tinggi jika bekerja di Jepang, ya.
Artikel Terkait
Mengenali Tanda Kelelahan Kerja pada Pekerja Remote yang Biasanya Sulit Dideteksi Atasan
5 Tips Penting Memilih Pekerjaan Remote, Jangan Asal Pilih agar Tidak Merugikan Kamu!
GenAI Naik 237%! Indonesia Semakin Ngebut Siapkan Talenta Digital Masa Depan
Jika Ada Aturannya, Media Sosial Justru Bisa Menguntungkan Perusahaan dan Bantu Atasi Stres Karyawan
6 Strategi Cerdas Memantau Media Sosial Karyawan secara Profesional, Jangan Bikin Nggak Nyaman!
Awalnya buat Refreshing, tapi Penggunaan Media Sosial di Tempat Kerja Bisa Berdampak Buruk!
Kalau Mau Mengawasi Pemakaian Media Sosial Karyawan, Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan!
Ternyata Latar Belakang Zoom Kamu Bisa Bikin Kamu dan Orang Lain Jadi Lelah, Kok Bisa?
Jika Kamu Melihat 5 Tanda Ini, Itu Tanda Perusahaan Memiliki Kepemimpinan yang Sehat dan Layak Dipertimbangkan
Benarkah Gaji di Jepang Tinggi? Ini Gambaran Besarnya Supaya Kamu Tahu dan Nggak Salah Kira!