Kerja di Jepang Gajinya Pasti Besar? Tunggu Dulu, Cek 4 Faktor yang Jadi Penentunya

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 9 Juni 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi Jepang  (freepik/tawatchai07)
Ilustrasi Jepang (freepik/tawatchai07)

Perusahaan Jepang biasanya menetapkan usia pensiun pada angka 60 tahun. Namun, banyak pensiunan masih bekerja paruh waktu karena sistem pensiun baru diberlakukan pada usia 65 tahun.

  1. Jenis industri

Meski jenis industri turut menentukan gaji rata-rata, tetapi tidak selalu mencerminkan penghasilan pada setiap posisi pekerjaan.

Misalnya, manajer keuangan bisa memperoleh gaji tinggi, tetapi rata-rata industri bisa turun karena posisi staf junior dengan bayaran rendah.

Di Jepang, industri kesehatan memiliki gaji per tahun yang paling tinggi, yaitu 10,3 juta JPY atau sekitar Rp1,17 miliar. Sementara yang terendah adalah keuangan dan akuntansi, yaitu 7,15 juta JPY atau sekitar Rp811 juta.

Jadi, jangan langsung berharap kamu langsung mendapat gaji tinggi jika bekerja di Jepang, ya.

 



Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Time Doctor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X