Favoritisme di Lingkungan Kerja Ternyata Dianggap Sah-sah Saja Jika Berdasarkan Persyaratan Ini

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 10 Juni 2025 | 20:35 WIB
Ilustrasi: Favoritisme di tempat kerja memang sering terjadi. Apa bedanya dengan nepotisme? (Freepik)
Ilustrasi: Favoritisme di tempat kerja memang sering terjadi. Apa bedanya dengan nepotisme? (Freepik)

Perusahaan tidak boleh mengabaikannya dan harus melakukan proses penyelidikan internal, seperti saat menangani kasus pelecehan atau pelanggaran etika.

Tujuannya bukan hanya mencari tahu apa yang terjadi, tapi juga mencegah timbulnya ketegangan yang lebih besar.

Baca Juga: Ini Profesi dengan Gaji Paling Tinggi dan Rendah di Jepang, Apa yang Banyak Dipilih oleh Tenaga Kerja Asing?

Perusahaan bahkan bisa meninjau ulang kebijakan internal, membahas masalah kinerja dengan karyawan terkait, dan melatih atasan agar pengambilan keputusan lebih konsisten dan transparan.

Bagaimana dengan nepotisme?

Jangan lupa, favoritisme juga bisa muncul dalam bentuk nepotisme. Ini terjadi saat karyawan yang menjadi anggota keluarga diberi perlakuan khusus di tempat kerja.

Meski secara hukum sah, tetapi kondisi ini bisa menimbulkan persepsi ketidakadilan. Apalagi jika pegawai lain merasa bahwa posisi yang seharusnya untuk mereka, diberikan kepada orang tersebut.

Kamu sebenarnya bisa melihat tanda-tanda favoritisme sejak awal. Mulai dari perekrutan, promosi, hingga penugasan proyek, perhatikan apakah ada karyawan yang selalu menonjol, meskipun sebenarnya tidak terlalu kompeten.

Baca Juga: 6 Kemungkinan Terburuk yang Bisa Terjadi Jika Perusahaan Menggunakan Alat Pemantauan Kerja

Jika ada, bisakah kamu menyampaikan keluhan tanpa rasa takut akan konsekuensi negatif? Jika tidak bisa, itu artinya perusahaan tidak bisa bersikap adil dan profesional.

Jika situasi sudah terlalu kompleks, mungkin sudah waktunya kamu mencari pekerjaan di tempat lain. Jika tidak, mungkin kamu perlu berkonsultasi dengan penasihat hukum ketenagakerjaan untuk menilai risiko dan menentukan langkah terbaik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: HR Drive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X