5 Tanda Kamu Menjalani Kehidupan B+ yang Membuat Kehidupan Jauh dari Kata Puas

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 11 Juni 2025 | 13:41 WIB
Meskipun karirmu lancar, namun kenyataannya kamu tidak merasa puas. Kenapa? (Freepik)
Meskipun karirmu lancar, namun kenyataannya kamu tidak merasa puas. Kenapa? (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Apakah kamu menjalani hidup yang terasa baik-baik saja, cukup nyaman, tetapi tidak benar-benar memuaskan atau membuat semangat membara?

Inilah yang disebut dengan kehidupan B+.

Meskipun sebenarnya tidak ada masalah, apalagi jika kamu puas dengan hidup seperti ini, tetapi ini seringkali menghambat terjadinya perubahan penting.

Padahal, hidup yang benar-benar memuaskan terjadi ketika dijalani sesuai dengan nilai-nilai dan impian yang menurut kamu benar-benar penting.

Namun, pastikan penilaian mengenai kepuasan hidup ini datang bukan dari orang lain, seperti keluarga atau atasan, melainkan dari diri sendiri.

Tanda kehidupan B+

Seorang pakar karier dan profesor dari NYU Stern School of Business, mengembangkan metode yang membantu orang mengenali nilai-nilai pribadi secara mendalam.

Metode ini telah dipakai oleh ribuan orang di berbagai penjuru dunia untuk membantu menjalani hidup yang lebih bermakna dan sesuai dengan identitas asli mereka.

Ini karena tujuan hidup sejati terletak pada nilai-nilai yang diyakini, serta bakat dan minat yang dimiliki.

Baca Juga: 9 Tanda Pekerjaan Telah Mengambil Alih Hidup Kamu dan Mulai Merusak Hubungan

Sayangnya, banyak yang belum mengenal nilai-nilai diri secara rinci sehingga hidup berjalan secara otomatis tanpa arah yang jelas.

Ini lima tanda utama yang menunjukkan kamu mungkin sedang menjalani kehidupan B+.

  1. Merasa lelah walau hidup terlihat sukses

Meskipun sudah mencapai berbagai prestasi di pekerjaan atau kehidupan pribadi, entah mengapa energi kamu sering terasa habis. Ada perasaan mati rasa, kurang semangat, dan kelelahan yang terus-menerus.

Ini terjadi akibat ketidaksesuaian antara kehidupan yang dijalani dengan isi hati, yang sering disebut sebagai “kesenjangan keaslian”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X