PejuangKantoran.com - Video game design merupakan bidang kreatif dan teknis yang berkembang pesat. Pembuat game-nya punya pekerjaan yang menantang dalam lingkungan yang energik dan menarik, dan harus menggunakan berbagai keterampilan artistik, teknologi, serta kemampuan bercerita untuk menciptakan game yang menarik.
Untuk menjadi video game designer, nggak cukup hanya berbekal kesukaan main game. Kamu harus punya gelar yang relevan seperti teknik komputer, desain grafis, grafik komputer, atau rekayasa perangkat lunak.
Kalau kamu punya pengalaman langsung melalui magang dan membuat portofolio yang menunjukkan keterampilan dan proyek yang pernah kamu pegang, hal itu jadi nilai plus.
Baca Juga: Mengenal Profesi Video Game Designer: Seperti Apa Pekerjaan dan Tanggung Jawabnya?
Cara menjadi video game designer
Karena ada berbagai macam peran yang dapat diemban oleh desainer game, banyak tipe orang yang dapat meraih kesuksesan dan kepuasan dalam jalur karier ini.
Kalau berminat, ada beberapa cara untuk menjadi video game designer:
1. Punya karakter yang cocok
Kamu nggak harus jago ngoding dulu kok. Tapi, biasanya game designer punya beberapa ciri berikut:
- Kreatif, bisa menggambar atau setidaknya suka desain visual
- Punya logika yang baik, apalagi kalau ngerti AI atau coding basic
- Detail dan telaten
- Sabar (karena bikin game itu makan waktu dan bisa ribet)
- Suka main game dan paham berbagai genre
- Bisa bekerja sendiri, tapi juga enak diajak kerja tim
Kalau sebagian dari ciri tersebut sudah kamu miliki, tinggal diasah saja!
Baca Juga: Berbagai Spesialisasi Video Game Designer, dari Pembuat Konsep hingga Project Management-nya
2. Mengambil pendidikan yang relevan
Rata-rata video game designer merupakan lulusan S1 Desain Grafis, Multimedia, Komputer, atau Game Design. Di kampus, kamu bakal belajar hal-hal kayak animasi 2D/3D, bahasa pemrograman, sampai software engineering. Banyak juga kampus yang menyediakan jurusan khusus game design sekarang.
Jangan lupa, kamu bisa ikut magang! Ini penting untuk mendapatkan pengalaman langsung dan mulai membangun koneksi di industri.
3. Nggak harus S1, tapi lebih baik punya gelar sarjana
Artikel Terkait
Baru Latihan Adegan Fighting Film 'Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian', Ajil Ditto Sudah Cedera
Ingin Menghadapi Senin yang Lebih Damai? Lakukan 8 Rutinitas Ini saat Weekend Hampir Berakhir
Mengambil Jeda Karir Wajar Saja Dilakukan, Ini Cara Menjelaskannya saat Wawancara Kerja
Bagi Pemula MAF Training Fokus Membangun Fondasi Aerobik dan Melarang Latihan di Zona Anaerobik. Mengapa?
Jadi Ujung Tombak Transformasi Layanan Keuangan, AgenBRILink Jangkau 67 Ribu Desa hingga Di Pelosok Negeri
Berjemur Matahari Bisa Turunkan Risiko AutoImun Asal Dilakukan Dengan Cara yang Benar Seperti Berikut Ini
F-35 Lightning II Yang Konon Ditembak Jatuh Iran ini Ternyata Program Militer Termahal Dalam Sejarah