Ciri lain tipe orang pasif-agresif ini adalah menunda pekerjaan atau membuat kesalahan kecil, tetapi membuat kamu yang terlihat buruk di depan orang lain.
3. Perlakuan diam yang menyiksa
Kalau kamu pernah kirim pesan penting ke atasan dan diabaikan berhari-hari, lalu melihat mereka aktif di grup lain, sepertinya kamu kena silent treatment.
Ini bentuk manipulasi yang membuat kamu bingung dan merasa tidak berdaya. Beberapa contoh sikap atasan yang seperti ini adalah:
- Mengabaikan pertanyaan atau saran kamu.
- Membalas chat karyawan di grup kantor, kecuali chat kamu.
- Menjawab dengan, “Saya nggak tahu,” sambil angkat bahu.
Baca Juga: Badai PHK Juga Membuat Karyawan yang Bertahan Lelah, Bingung, dan Tidak Diperhatikan
Budaya kerja seperti ini membuat kamu merasa tidak penting dan akhirnya ragu pada diri sendiri. Komentar dan sikap pasif-agresif ini memang sering terselubung, tetapi dampaknya nyata.
Kalau kamu mulai merasa lelah secara mental, berhati-hatilah. Tanyakan pada diri sendiri, apakah ini lingkungan kerja yang sehat untuk tumbuh?
Meskipun kamu dianggap remeh oleh rekan kerja atau atasan, tetapi kamu berhak dihargai dan didengar, bukan disindir atau diabaikan.
Artikel Terkait
Cara Bijak Menyikapi Perusahaan yang “Tidak Jujur” dengan Gaji yang Ditawarkan!
Pemikiran Kritis Seharusnya Jadi Kekuatan Super di Era AI Seperti Saat Ini. Mengapa?
Berkat Bantuan BRI, UMKM Kopi Toraja Ini Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara
Manfaatkan KUR BRI, UMKM Pemasok Program MBG Dapatkan Multiplier Effect Untuk Perekonomian Lokal
Jangan Langsung Tersulut Emosi, Lakukan 4 Langkah Ini Jika Atasan Bersikap Pasif-Agresif
Dengan Semangat BRIvolution 3.0 , BRI Lakukan Penguatan Aspek Bisnis, Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Meski Tak Boleh Berbohong di CV, Tapi 2 Hal Ini Masih “Diperbolehkan” dan Dianggap Wajar. Apa Itu?