Contoh Komentar Pasif-Agresif dari Rekan Kerja atau Atasan yang Kerap Terselubung seperti Pujian

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 1 Juli 2025 | 21:50 WIB
Ilustrasi: Komentar yang pasif-agresif sepintas terdengar manis, tetapi sebenarnya mengandung sindiran yang tersembunyi. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Komentar yang pasif-agresif sepintas terdengar manis, tetapi sebenarnya mengandung sindiran yang tersembunyi. (Freepik/Kate Mangostar)

Ciri lain tipe orang pasif-agresif ini adalah menunda pekerjaan atau membuat kesalahan kecil, tetapi membuat kamu yang terlihat buruk di depan orang lain.

3. Perlakuan diam yang menyiksa

Kalau kamu pernah kirim pesan penting ke atasan dan diabaikan berhari-hari, lalu melihat mereka aktif di grup lain, sepertinya kamu kena silent treatment.

Ini bentuk manipulasi yang membuat kamu bingung dan merasa tidak berdaya. Beberapa contoh sikap atasan yang seperti ini adalah:

  • Mengabaikan pertanyaan atau saran kamu.
  • Membalas chat karyawan di grup kantor, kecuali chat kamu.
  • Menjawab dengan, “Saya nggak tahu,” sambil angkat bahu.

Baca Juga: Badai PHK Juga Membuat Karyawan yang Bertahan Lelah, Bingung, dan Tidak Diperhatikan

Budaya kerja seperti ini membuat kamu merasa tidak penting dan akhirnya ragu pada diri sendiri. Komentar dan sikap pasif-agresif ini memang sering terselubung, tetapi dampaknya nyata.

Kalau kamu mulai merasa lelah secara mental, berhati-hatilah. Tanyakan pada diri sendiri, apakah ini lingkungan kerja yang sehat untuk tumbuh?

Meskipun kamu dianggap remeh oleh rekan kerja atau atasan, tetapi kamu berhak dihargai dan didengar, bukan disindir atau diabaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Career Contessa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X