PejuangKantoran.com - Kalau kamu pernah merasa aneh setelah menerima “pujian” dari rekan kerja atau atasan, bisa jadi kamu sedang menjadi sasaran komentar pasif-agresif.
Komentar semacam ini sering terdengar seperti hal yang baik, tetapi sebenarnya menyimpan sindiran atau kemarahan tersembunyi.
Perilaku seperti ini adalah salah satu tanda dari budaya kerja yang tidak sehat. Jika sudah menjalar ke banyak orang, sebaiknya kamu waspada atau mulai mempertimbangkan langkah untuk keluar dari lingkungan kerja tersebut.
Baca Juga: Bertemu Ari Irham di Film 'Bertaut Rindu', Ini Alasan Zara Adhisty Merasa Relate dengan Karakternya
Berikut adalah beberapa contoh komentar pasif-agresif yang mungkin sering kamu dengar di kantor.
1. Pujian yang menyakitkan
Bentuk paling umum dari pasif-agresif adalah pujian yang terdengar manis, tetapi sebenarnya menyakitkan. Biasanya dilontarkan dengan senyum, tetapi menyisakan rasa pahit.
Contoh yang sering terdengar:
“Wah, gaya kamu sekarang keren banget. Sudah naik gaji, ya?”
“Presentasinya menarik banget. Kayak anak magang baru, fresh gitu.”
“Hebat kamu bisa libur panjang, ya. Kayaknya kerjaan kamu udah nggak banyak, ya?”
Ini bukan pujian, tetapi menyindir dan bisa membuat kamu bingung harus menjawab apa.
2. Manis di depan, “menusuk” di belakang
Baca Juga: Penyebab Atasan Bersikap Pasif-Agresif, Bisa Membuat Karyawan Jadi Bingung dan Stres!
Tipe atasan atau rekan kerja seperti ini tampaknya ramah, murah senyum, dan mendukung. Namun, saat harus meeting bersama atau melakukan forum publik, kamu justru “ditusuk” dari belakang.
Contoh situasi seperti ini:
Di depan kamu, mereka bilang, “Tenang saja, hasil kerja kamu sudah oke, kok.” Namun, saat meeting, mereka berkata, “Sebenarnya saya sudah ingatkan, tapi ya... mungkin ada yang kurang fokus.”
Atau bisa juga seperti ini:
“Kita agak tertinggal target karena bagian marketing (kamu) sempat cuti panjang.”
“Saya nggak ngerti kenapa laporan itu telat. Padahal saya sudah serahkan semuanya ke dia (kamu) jauh-jauh hari.”
Artikel Terkait
Cara Bijak Menyikapi Perusahaan yang “Tidak Jujur” dengan Gaji yang Ditawarkan!
Pemikiran Kritis Seharusnya Jadi Kekuatan Super di Era AI Seperti Saat Ini. Mengapa?
Berkat Bantuan BRI, UMKM Kopi Toraja Ini Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara
Manfaatkan KUR BRI, UMKM Pemasok Program MBG Dapatkan Multiplier Effect Untuk Perekonomian Lokal
Jangan Langsung Tersulut Emosi, Lakukan 4 Langkah Ini Jika Atasan Bersikap Pasif-Agresif
Dengan Semangat BRIvolution 3.0 , BRI Lakukan Penguatan Aspek Bisnis, Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Meski Tak Boleh Berbohong di CV, Tapi 2 Hal Ini Masih “Diperbolehkan” dan Dianggap Wajar. Apa Itu?