Apa Itu Voluntary Lay Off? Harus Gimana? Jangan Panik Baca Dulu Penjelasannya di Sini!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 3 Juli 2025 | 10:10 WIB
Ilustrasi: Apa alasan perusahaan melakukan remote layoff atau PHK jarak jauh akhir-akhir ini? (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Apa alasan perusahaan melakukan remote layoff atau PHK jarak jauh akhir-akhir ini? (Freepik/Drazen Zigic)

“Jika kamu merasa akan di-PHK nantinya, sebaiknya lakukan saja,” ujar pelatih karier, Bryan Creely.

Menurutnya, PHK sukarela akan lebih menarik karena perusahaan mencoba memberikan insentif.

Jika kamu tidak mengambilnya dan perusahaan tetap memutuskan untuk memberhentikan kamu, kemungkinan besar kamu tidak akan mendapatkan insentif, seperti dalam tawaran PHK sukarela.

  1. Posisi dalam karir dan langkah yang diinginkan selanjutnya

Mengambil PHK sukarela dapat membuka pintu untuk perubahan karier, menawarkan jalan keluar dari pekerjaan yang tidak diinginkan, atau jalan menuju masa pensiun.

“Secara hipotesis, jika kamu sudah mendekati masa pensiun dan memiliki pilihan untuk mengambil bagian dalam PHK sukarela dengan bayaran satu tahun, ini adalah kesempatan yang bagus,” ujar Micah Alpern, seorang direktur pelaksana senior.

Namun, ini tidak berlaku jika kamu karyawan baru dengan masa kerja yang panjang, yang bisa sangat merugikan jika menerima pesangon selama empat bulan dan harus mencari pekerjaan baru.

Baca Juga: Bertemu Ari Irham di Film 'Bertaut Rindu', Ini Alasan Zara Adhisty Merasa Relate dengan Karakternya

  1. Tawaran dan hak-hak yang diberikan

Akan sangat membantu jika kamu meminta bantuan penasihat keuangan, pelatih karir, atau penasihat hukum untuk memahami kebutuhan dan hak-hak kamu.

Karena setiap program memiliki insentif dan penawaran keuangan yang berbeda, penting untuk memahami sepenuhnya sebelum kamu menerima atau menolaknya.

Mau tidak mau, kamu harus menerima bahwa siklus PHK semakin hari semakin pendek. Dulu siklus PHK bisa terjadi sekali dalam satu dekade, sekarang siklus berubah dua tahun atau bahkan lebih pendek.

“Sayangnya, saya rasa hal ini menjadi bagian yang lebih umum dari budaya perusahaan," ujar Creely.

 



Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X