Mengapa Dokter Kandungan Lebih Banyak yang Laki-Laki? Begini Penjelasan Ahlinya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 29 Juli 2025 | 11:09 WIB
Ilustrasi: Ada alasan khusus mengapa dokter kandungan kebanyakan laki-laki. (Freepik/Wavebreakmedia_micro)
Ilustrasi: Ada alasan khusus mengapa dokter kandungan kebanyakan laki-laki. (Freepik/Wavebreakmedia_micro)

PejuangKantoran.com - Konsultasi dengan dokter kandungan dan kebidanan (obstetri dan ginekologi), entah itu untuk konsultasi kehamilan atau masalah kesehatan reproduksi lainnya, membuat dokter harus memeriksa organ intim wanita. Hal ini membuat sebagian wanita memilih untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan wanita.

Pertanyaannya kemudian, mengapa dokter kandungan kebanyakan laki-laki, padahal bidang ini fokus pada kesehatan reproduksi perempuan?

 

Pertanyaan ini sempat ramai dibahas setelah fotografer natural light terkenal, Alex Cameron, melemparkannya ke Instagram. Untungnya, ada jawaban langsung dari seorang ahli di bidangnya: Dr. Anita Mitra, ginekolog yang aktif berbagi edukasi di media sosial dengan nama akun @gynaegeek.

Baca Juga: WhatsApp Bakal Punya Fitur untuk Mengambil Foto dari Facebook dan Instagram secara Langsung

Dalam salah satu video edukasinya, Dr. Mitra menjelaskan beberapa alasan mengapa dokter kandungan kebanyakan laki-laki. Tetapi sebelumnya, perlu kita pahami dulu apa sebenarnya ginekologi.

“Ginekologi mencakup segala hal yang berkaitan dengan rahim, saluran tuba, ovarium, vulva, vagina, dan hormon.

"Termasuk juga kondisi seperti kanker, endometriosis, fibroid, PCOS, menopause, kesuburan, masalah kandung kemih, dan prolaps,” jelas Dr. Mitra.

Alat medis yang belum ramah perempuan

Salah satu alasan yang cukup mengejutkan, menurut Dr. Mitra, ada pada peralatan medisnya. Banyak instrumen bedah yang dirancang untuk ukuran tangan pria, yang besar dan berat.

Baca Juga: Membalas Email sambil Menerima Telepon Tidak Membuat Pekerjaan Selesai Lebih Cepat, Tahu Kenapa?

“Alat-alat bedah biasanya dirancang untuk tangan pria yang lebih besar. Sebagai seseorang dengan tangan kecil, ini bisa jadi tantangan.

"Sampai saat ini, saya belum pernah mendengar ada perusahaan yang memproduksi alat-alat bedah khusus untuk tangan perempuan yang lebih kecil,” kata Dr. Mitra.

Jadi, dari sisi ergonomi saja, sudah ada tantangan tersendiri buat perempuan yang ingin menekuni spesialisasi ini.

Pilihan spesialisasi: obstetri vs ginekologi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNN Indonesia, Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X