Meski begitu, "Dari tahun ke tahun rasio ini mulai berimbang antara SpOG pria dan wanita," ujar Prof. Yudi, seperti dikutip detikHealth.
Mengapa profesi ini masih didominasi laki-laki, alasan Prof. Yudi kurang lebih sama dengan Dr. Mitra. Dari pendidikan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) saja, butuh stamina serta mental yang kuat.
Setelah menjadi dokter kandungan, mereka harus siap bertugas siang dan malam, dan melakukan tindakan bedah yang berat dan terkadang memakan waktu panjang.
Belum lagi faktor stres dengan tanggung jawab menyelamatkan dua nyawa sekaligus. Beban kerja yang berat inilah yang jadi alasan mengapa dokter kandungan kebanyakan laki-laki.
Namun seperti yang ditekankan Dr. Mitra, perlahan-lahan situasi ini mulai berubah. Siapa tahu, perubahan besar itu akan datang dari generasi kita berikutnya.
Artikel Terkait
“Tak Sempurna”: Duet Canti dan Adipati Dolken yang Jujur dan Emosional
Kepala HR Astronomer yang Kepergok Selingkuh di Konser Coldplay, Kristin Cabot Resign
Bukan Sekadar Hobi: Ini Cara Seru Menambah Teman dan Mengisi Waktu Luang
8 Kesalahan Menggunakan Sunscreen, Jangan Lakukan Lagi Biar Kulit Terawat
Fenomena Alone Together Melanda Gen Z dan Millenial. Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghindarinya?
Begitu Pentingnya Pertemanan, Berikut Ini Arti Pertemanan Dalam Pandangan Filsuf dan Pakar Kesehatan.
Komunikasi Interpersonal Itu Sangat Penting di Kantor. Berikut Ini 7 Manfaatnya!