Apa Itu Voluntary Resignation Program? Pelajari Dulu Untung Rugi Pengunduran Diri Sukarela!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 30 Juli 2025 | 20:36 WIB
Ilustrasi: Voluntary resignation program atau pengunduran diri sukarela menjadi cara halus perusahaan untuk menghindari konflik. (Freepik)
Ilustrasi: Voluntary resignation program atau pengunduran diri sukarela menjadi cara halus perusahaan untuk menghindari konflik. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Ada banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk melakukan perampingan karyawan. Selain melakukan PHK massal atau layoff, ada cara yang lebih halus dan tidak akan membuat karyawan sakit hati: buyout, atau voluntary resignation program (VRP), alias pengunduran diri sukarela.

Ketika perusahaan menawarkan buyout, karyawan biasanya menunjukkan reaksi yang berbeda. Ada yang jadi cemas, karena merasa perusahaan pasti sedang tidak baik-baik saja. Mereka ingin tetap bertahan di perusahaan saat terjadi potensi perampingan atau restrukturisasi.

Namun karyawan lain mungkin akan penasaran: hm… bakal dapat pesangon berapa ya, kalau mengambil penawaran itu? Ini kesempatan emas buat yang sempat berpikir untuk resign tetapi belum punya keberanian.

Baca Juga: Majalah Vogue Tampilkan Model AI untuk Iklan Guess: Bakal Jadi Ancaman di Dunia Fashion?

Nah, kalau kamu termasuk yang tergoda dengan penawaran pengunduran diri sukarela ini, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan kamu. Apa sih, untung rugi mengambil voluntary resignation program?

Apa itu voluntary resignation program?

Paket buyout, yang juga disebut sebagai paket pesangon sukarela (karena kamu "secara sukarela" kehilangan pekerjaan), adalah ketika perusahaan memberikan semacam kesepakatan finansial kepada karyawannya untuk berhenti bekerja.

Biasanya, ini berupa pesangon yang diberikan sekaligus (lumpsum), atau uang tunai beserta tunjangan lain, seperti bonus yang dijanjikan atau tunjangan pendidikan berkelanjutan untuk membantu pencarian kerja kamu.

Biasanya perusahaan memberikan batas waktu bagi karyawan untuk memutuskan apakah akan mengambil penawaran tersebut atau tidak. Misalnya, 60 hari kerja.

Voluntary resignation program sering kali digunakan untuk membendung kebutuhan PHK, atau sekadar memangkas biaya atau mengekang pengeluaran.

Baca Juga: Sempat Enggan Ambil Film Horor Lagi, Ini Alasan Hana Malasan Terlibat di Film 'Sihir Pelakor'

Perusahaan bahkan mungkin mengubah persyaratan VRP saat diajukan kalau mereka melihat minat karyawan ternyata lebih rendah dari yang diharapkan, atau mereka ingin melakukan pemangkasan dengan cepat.

Meskipun VRP memberi kendali lebih besar bagi karyawan atas hasilnya daripada PHK, banyak orang mungkin masih merasa perusahaan menekan mereka untuk keluar sebelum mereka siap.

Di sisi lain, pemberian pesangon bisa menjadi peluang bagus untuk karyawan yang masih produktif, serta ideal bagi karyawan yang ingin pensiun dini dan ingin membuka usaha sendiri.

Untung-rugi pengunduran diri sukarela

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Muse

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X