Bukan berarti kamu tidak boleh menyinggung soal kesejahteraan diri. Kamu tetap bisa menyampaikannya dengan lebih seimbang.
Misalnya, dengan mengatakan kalau kamu peduli pada well-being, tetapi hal yang paling memotivasi kamu adalah bertumbuh, mencapai keunggulan, dan jadi bagian dari tim yang berprestasi.
Dengan begitu, kamu tetap terlihat manusiawi, tetapi juga punya ambisi yang jelas.
- Jujur pernah kena PHK tanpa penjelasan
Menyebut pernah kena PHK memang terdengar jujur, tetapi kalau tidak dijelaskan dengan tepat, kesannya bisa negatif.
Perekrut berpengalaman tahu bahwa dalam banyak PHK, karyawan terbaik biasanya masih dipertahankan atau dipindahkan ke bagian lain.
Jadi mereka akan bertanya-tanya mengapa itu tidak terjadi pada kamu.
Karena itu, kamu perlu memberi penjelasan yang lebih lengkap. Misalnya, ceritakan kalau perusahaan menutup lini bisnis tertentu sehingga keahlian kamu tidak lagi relevan.
Baca Juga: Perubahan Kecil Ini Bisa Membuat Wawancara Kerja Kamu Lebih Berkesan bagi Rekruter. Apa Itu?
Lalu, tambahkan dengan penjelasan kalau hal itu membuat kamu sadar pentingnya terus mengasah kemampuan karena dunia bisnis selalu berubah.
Cara ini akan membuat jawaban kamu tetap jujur, tetapi juga memberikan nilai positif.
Intinya, pastikan setiap jawaban saat wawancara kerja bisa menunjukkan bahwa kamu ingin berkembang, sukses, dan berkontribusi di perusahaan tersebut.
Kalau ada jawaban yang bisa membuat perekrut ragu, sebaiknya kamu ganti dengan pernyataan yang menegaskan komitmen serta semangat kamu.
Dengan begitu, peluang kamu untuk lolos wawancara akan jauh lebih besar. ***
Artikel Terkait
Kena PHK Namun Punya Pengalaman 5 Tahun Sebagai Staf? Itu Modal Yang Luar Biasa Untuk Terus Maju!
Simulasi Tanya-Jawab Terkait Dengan Status PHK Saat Wawancara Kerja Untuk Kesempatan Baru
Mengambil Jeda Karir Wajar Saja Dilakukan, Ini Cara Menjelaskannya saat Wawancara Kerja
Bersiap untuk Wawancara Kerja dengan CEO? Nervous Sih, tapi Ada Persiapan yang Bisa Dilakukan!
Sindrom Penyintas di Kantor Akibat PHK, Apa Tandanya dan Bagaimana Cara Menghadapinya?
Peraturan dan Undang-Undang Yang Memayungi Terjaminnya Work-Life Balance di Tempat Kerja