Posisi Prompt Engineer sedang Jadi Incaran Banyak Perusahaan, Gajinya Juga Bikin Ngiler!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 20:08 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 90% karyawan di perusahaan teknologi memakai AI untuk membantu pekerjaan mereka.  (Freepik)
Ilustrasi: Sebanyak 90% karyawan di perusahaan teknologi memakai AI untuk membantu pekerjaan mereka. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Tools AI seperti ChatGPT ternyata bukan cuma tren sementara. Kini, keahlian menggunakan ChatGPT justru menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak dicari perusahaan.

Bukan hanya perusahaan teknologi, perusahaan di bidang kesehatan, keuangan, pendidikan, hingga layanan pelanggan juga mulai melirik kandidat yang paham cara memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan.

September ini, divisi riset DORA dari Google mengeluarkan hasil survei terhadap 5.000 pekerja di perusahaan teknologi di seluruh dunia. Dari survei tersebut ditemukan bahwa 90% responden menggunakan AI dalam pekerjaan mereka (naik 14% dari tahun lalu).

Baca Juga: ORI028 Resmi Ditawarkan dengan Imbal Hasil hingga 5,65%, Cocok buat yang Ingin Punya Passive Income

Tidak disebutkan tools AI apa saja yang biasa digunakan, namun sebagian besar pekerja di industri teknologi menggunakan kecerdasan buatan dalam pekerjaan mereka untuk tugas-tugas seperti menulis dan memodifikasi kode.

Posisi Prompt Engineer mulai banyak dilirik

Sedangkan survei dari Resume Builder pada April 2023 menunjukkan, salah satu posisi yang banyak dicari di era ChatGPT ini adalah prompt engineer.

Posisi ini tugasnya merancang atau merumuskan prompt (instruksi) ke AI untuk menghasilkan output yang tepat dan berkualitas. Sekilas terdengar sederhana, tetapi kenyataannya butuh logika, kreativitas, dan pemahaman teknis.

Ada 29% perusahaan yang mengaku sedang mencari prompt engineer. Dari jumlah tersebut, 21% ingin merekrut lebih dari 10 orang sekaligus!

Bahkan, di perusahaan besar dengan lebih dari 250 karyawan, 27% ingin merekrut 10 prompt engineer atau lebih.

Lebih mengejutkan lagi adalah soal gaji. Hampir seperempat pemimpin perusahaan mengatakan bahwa gaji awal prompt engineer bisa lebih dari USD200 ribu per tahun atau setara Rp3 miliar.

Baca Juga: IKEA Punya Toko Virtual di Roblox, Bisa Berperan Jadi Pegawai dan Dibayar dengan Uang Betulan

Bahkan, di perusahaan yang sangat besar, gaji awal bisa lebih dari USD300 ribu atau sekitar Rp4,8 miliar per tahun.

Mengapa keahlian ChatGPT begitu dicari?

Menurut para pemimpin perusahaan, ada beberapa alasan utama, yaitu:
• Bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
• Membantu menghemat waktu dan biaya operasional.
• Bisa melatih karyawan lain menggunakan AI.
• Membantu perusahaan terlihat lebih modern dan kompetitif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNN, Resume Builder

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X