Jadi, tidak heran kalau 30% perusahaan mengaku sedang mendesak mencari orang dengan keahlian ChatGPT.
Perekrutan AI Specialist bisa menimbulkan PHK
Sisi menarik (dan mungkin agak kontroversial) dari fakta ini adalah sebanyak 75% pemimpin perusahaan percaya bahwa merekrut prompt engineer bisa menyebabkan pengurangan karyawan di divisi lain. Mengapa?
Karena satu orang yang ahli AI bisa mengoptimalkan pekerjaan banyak orang sekaligus. Namun, menurut para pakar karier, ini justru peluang bagi pekerja untuk menaikkan nilai diri.
Baca Juga: Jakarta Film Week 2025 Hadirkan Program Khusus agar Anak Juga Makin Cinta Film Indonesia
Bidang yang butuh keahlian ChatGPT
Berikut sektor yang paling banyak membutuhkan tenaga ahli ChatGPT:
• Rekayasa perangkat lunak (58%)
• Layanan pelanggan (33%)
• Sumber daya manusia atau HR (32%)
• Pemasaran (31%)
Menariknya, perusahaan tidak hanya mencari profesional tingkat tinggi, karena 50% perusahaan butuh tenaga ChatGPT di level pemula. Jadi, para pemula pun punya peluang besar selama punya keterampilan!
Kalau kamu belum mulai belajar pakai ChatGPT secara serius, sekarang waktu yang tepat. Banyak tutorial gratis tersedia di internet dan skill ini juga bisa kamu masukkan ke CV atau surat lamaran untuk menambah daya saing.
Artikel Terkait
4 dari 10 Pekerja Muda Mengikuti Saran Karier dari TikTok, Langkah Bijak atau Justru Berbahaya?
Bukan Soal Kemampuan, Kepercayaan Diri Jadi Masalah Utama Perempuan Saat Negosiasi Gaji
7 Jenis Persahabatan yang Tetap Bertahan Sampai Tua, Lebih Tenang dan Bermakna
Tak Sadar Ucapkan 7 Kalimat Ini, Bisa Jadi Tanda Kalau Kamu Sudah Siap Resign
Merasa Bisa Membayar Utang Tidur Saat Weekend Ternyata Tak Menyelesaikan Masalah Kurang Tidur
7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Agar Tidak Terjebak dalam Lingkaran Overthinking
Platform Parenting Tentang Anak Buka Lowongan Kerja: Head of Content Strategy & Development