Agar Menarik HR, Berhenti Pakai Cover Letter yang Template, Gunakan 5 Langkah Berikut Ini!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 12:07 WIB
Buatlah cover letter yang personal dan bercerita sehigga menarik HR. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Buatlah cover letter yang personal dan bercerita sehigga menarik HR. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Kalau kamu sedang melamar kerja, mungkin menulis cover letter atau surat lamaran sesuai template yang ditemukan di Google. Ini bisa membuat surat tersebut jadi terlihat biasa karena sama seperti yang lain.

Di sinilah pentingnya membuat surat lamaran yang unik, personal, dan terasa manusiawi, yang bukan hasil copy-paste template. Berikut beberapa tipsnya.

  1. Buat terasa pribadi

Kebanyakan surat lamaran dimulai dengan “Kepada Yth. Bapak/Ibu HRD”. Padahal, kamu bisa membuat kesan lebih personal dengan menulis nama orang yang benar-benar merekrut kamu.

Caranya mudah, cukup dengan buka LinkedIn, cari perusahaan dan posisi yang kamu lamar, lalu lihat siapa kira-kira manajer atau kepala divisinya. Misalnya kamu melamar posisi content writer, biasanya kamu akan melapor ke manajer pemasaran atau konten.

Begitu tahu namanya, tulis surat lamaran langsung ke orang itu. Bahkan lebih bagus kalau kamu bisa menulis satu-dua kalimat yang menunjukkan kamu tahu tentang mereka. Misalnya:

“Saya kagum melihat perjalanan karier Bapak/Ibu yang berawal dari jurnalis hingga kini menjadi Head of Content.”

Kesan seperti ini sederhana, tetapi bisa membuat surat kamu terasa jauh lebih hangat dan personal.

Baca Juga: Ini Alasannya Kenapa Kamu Masih Harus Menulis Cover Letter Saat Melamar Pekerjaan

  1. Jelaskan diri kamu lewat cerita

Daripada hanya menulis “Saya orang yang disiplin, rajin, dan bertanggung jawab, coba ubah pendekatannya jadi cerita singkat. Misalnya:

“Selama tiga tahun terakhir, saya terbiasa menulis artikel setiap hari untuk tiga platform berbeda dan itu melatih saya untuk tetap konsisten meski tenggat waktu sering berubah-ubah.”

Cerita seperti ini lebih hidup dan mudah diingat. HR akan lebih cepat menangkap karakter kamu lewat pengalaman nyata, bukan sekadar daftar sifat.

  1. Tunjukkan kalau kamu benar-benar tertarik

Salah satu kesalahan umum pelamar kerja adalah membuat surat lamaran yang bisa dikirim ke siapa saja. Padahal, perusahaan ingin tahu bahwa kamu benar-benar tertarik bekerja di sana, bukan cuma butuh pekerjaan apa pun.

Coba tulis satu paragraf tentang alasan kamu ingin bergabung. Misalnya:

“Saya sudah mengikuti akun media sosial perusahaan ini sejak lama dan kagum dengan cara tim marketing membangun engagement dengan audiens muda. Saya ingin ikut berkontribusi mengembangkan ide kreatif serupa.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Lifehack

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X