49% Pekerja Takut Ambil Cuti: Ada yang Gara-gara Takut Dipecat!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi: Normalisasikan pengajuan cuti tanpa memberikan alasan apapun. Kamu berhak istirahat setelah lelah bekerja! (Freepik/DC Studio)
Ilustrasi: Normalisasikan pengajuan cuti tanpa memberikan alasan apapun. Kamu berhak istirahat setelah lelah bekerja! (Freepik/DC Studio)

Satu hal menarik dari survei LiveCareer adalah pengaruh pimpinan terhadap perilaku karyawan.

Sekitar 1 dari 5 pekerja mengatakan mereka jarang mengambil cuti karena atasan mereka juga jarang melakukannya. Artinya, contoh dari pemimpin punya peran besar dalam membentuk budaya istirahat di tempat kerja.

Simpulannya, hak cuti memang resmi ada di atas kertas, tetapi budaya kerja seringkali membuatnya sulit diwujudkan.

Untuk bisa benar-benar beristirahat tanpa rasa bersalah, pekerja butuh lebih dari sekadar izin tertulis. Mereka butuh dukungan nyata, sistem yang adil, dan juga rasa aman saat meninggalkan pekerjaannya sementara.

Bagaimana dengan kamu?

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: USA Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X