49% Pekerja Takut Ambil Cuti: Ada yang Gara-gara Takut Dipecat!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi: Normalisasikan pengajuan cuti tanpa memberikan alasan apapun. Kamu berhak istirahat setelah lelah bekerja! (Freepik/DC Studio)
Ilustrasi: Normalisasikan pengajuan cuti tanpa memberikan alasan apapun. Kamu berhak istirahat setelah lelah bekerja! (Freepik/DC Studio)

Bisa dibilang, banyak pekerja masih merasa “bersalah” kalau ingin beristirahat.

Baca Juga: Yang Bikin Pebulutangkis Liliyana Tak Pernah Puas dan Punya Keinginan Kuat untuk Jadi Juara

Apa yang dibutuhkan agar bisa tenang mengambil cuti?

Sebanyak 51% pekerja mengatakan mereka akan merasa lebih nyaman mengambil cuti jika kondisi keuangan mereka lebih stabil. Selain itu, 26% berharap mendapat jatah cuti berbayar lebih banyak dan 25% ingin adanya pengganti sementara saat mereka cuti.

Menariknya, 18% berharap perusahaan menyediakan hari khusus untuk kesehatan mental dan kepemimpinan yang lebih mendukung. Sementara 12% hanya ingin tidak takut dipecat saat mengambil waktu istirahat.

Pola serupa terlihat di hasil survei sebelumnya

Temuan ini ternyata sejalan dengan survei dari Pew Research pada Februari 2023 terhadap 5.902 pekerja di AS. Sekitar 46% responden mengatakan mereka mengambil cuti lebih sedikit dari yang ditawarkan. Alasannya:

- Tidak merasa perlu (52%)

- Takut tertinggal di pekerjaan (49%)

- Takut membebani rekan kerja (43%)

- Takut kehilangan peluang promosi (19%)

- Takut kehilangan pekerjaan (16%)

Survei Pew juga menemukan bahwa karyawan bergaji tinggi dan bergelar sarjana cenderung mengambil cuti lebih sedikit dibandingkan mereka yang berpendidikan atau bergaji lebih rendah.

Baca Juga: Waspada Bagi Content Creator, Berisiko Tinggi Terkena Carpal Tunnel Syndrome Sehingga Produktivitas Turun!

Ketika bos tak pernah libur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: USA Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X