Para ahli tidak sepenuhnya setuju
Namun, setelah melihat dan menilai hasil studi dari Microsoft ini, para ahli tidak sepenuhnya setuju. Mereka mengatakan bahwa daftar tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kenyataan di lapangan.
Menurut Bridget Hylak, penerjemah bersertifikat dari Asosiasi Penerjemah Amerika, pekerjaan seperti penerjemah dan juru bahasa terlalu kompleks untuk digantikan oleh AI.
“AI bisa membantu menerjemahkan hal-hal ringan seperti surat pribadi, tetapi untuk dokumen hukum, medis, atau diplomatik, risiko kesalahan terlalu besar,” katanya.
Baca Juga: Skill Saja Tidak Cukup, Ini yang Harus Dilakukan Fresh Graduate untuk Bersaing dengan AI
Dengan kata lain, meski AI bisa menulis, menerjemahkan, atau menjawab chat lebih cepat, masih ada nilai manusia yang tak tergantikan. Misalnya saja empati, pemahaman konteks, dan kemampuan membaca situasi sosial.
Jadi, kalau pekerjaan kamu masuk dalam daftar di atas, bukan berarti kamu akan kehilangan pekerjaan. Justru ini saatnya belajar beradaptasi dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan pesaing.
Karena pada akhirnya, AI memang pintar, tetapi manusia tetap yang paling bisa membuat makna dari semua data yang ada. ***
Artikel Terkait
Perkembangan AI Mengubah Cara Lulusan Merancang Karir di Masa Depan, Jadi Lebih Positif atau Negatif?
Tidak Perlu Repot Lagi, Microsoft Uji Fitur Windows 11 yang Bisa Nyambung ke Aplikasi Android ke PC
Ini 10 Besar Pekerjaan Terpopuler 2025, Unik dan Tak Terduga Tapi Cocok Untuk Gen Z
AI di Dunia Kerja Bukan Sekadar Teknologi Canggih, tapi Jadi Penentu Gaya Kerja Masa Depan
4 Langkah Agar Sukses Mencari Pekerjaan di Era Artificial Intteligence atau AI
Jangan Terlalu Fokus Mengejar “Pekerjaan Impian” karena Prioritas yang Kamu Cari Bisa Terus Berubah