Dari Transaksional ke Relasional, Ini Cara agar Permintaan Networking Kamu Lebih Banyak Direspons

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 22 November 2025 | 10:49 WIB
Ilustrasi: Untuk membangun jejaring, perhatikan agar koneksi yang kamu bentuk tidak bersifat transaksional, melainkan relasional. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Untuk membangun jejaring, perhatikan agar koneksi yang kamu bentuk tidak bersifat transaksional, melainkan relasional. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Pernahkah kamu mengirim pesan ke seseorang di LinkedIn atau WhatsApp dengan niat untuk membangun jejaring, tapi tidak dibalas sama sekali?

Jika iya, kemungkinan besar alasannya bukan karena kamu tidak layak atau tidak punya value, tetapi cara pendekatan kamu terlalu transaksional, bukan relasional.

Networking itu bukan soal berapa banyak kontak yang kamu punya, tetapi seberapa banyak percakapan bermakna yang kamu bangun.

Baca Juga: 'Garam dan Madu' Sabet Penghargaan Karya Produksi Terbaik AMI Awards 2025, Hindia Borong 5 Piala!

Ketika hubungan dibangun dengan niat untuk berlangsung dalam jangka panjang, respons akan datang lebih natural, peluang lebih besar, dan reputasi kamu makin kuat.

Nah, bagaimana cara mengubah ajakan terkoneksi yang kesannya transaksional ke relasional?

Networking transaksional

Networking transaksional merupakan pendekatan yang fokus meminta orang lain melakukan sesuatu untuk kamu. Cepat, langsung, dan sering terasa seperti “minta bantuan ke orang asing”. Contoh pesan transaksional:

“Halo Kak, saya sedang cari info lowongan di perusahaan Kakak. Bisa bantu referensi?”

Masalahnya, permintaan seperti ini muncul sebelum ada hubungan. Secara psikologis, orang merasa tidak nyaman karena tidak ada konteks, empati, atau pertukaran nilai.

Baca Juga: Pemenang FFI 2025 yang Penuh Kejutan, Kategori Film dan Pemeran Utama Terbaik Berbagi Piala

Networking relasional

Networking relasional berfokus untuk membangun koneksi dan nilai bersama secara bertahap. Kamu tidak cuma mencari manfaat, tetapi juga memberi. Ini bukan “Bisa bantu saya, nggak?”, tetapi “Apa yang bisa kita bangun atau pelajari bersama?”

Hasilnya biasanya lebih tahan lama, dalam bentuk dukungan, peluang karier, kolaborasi, atau bahkan pertemanan profesional.

Membangun jejaring yang sifatnya relasional lebih mungkin untuk berhasil, karena:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Dynamic Transitions

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X