Jangan Takut dengan Keragaman Kepribadian di Tempat Kerja, Justru Jadi Peluang Inovasi Baru

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 28 November 2025 | 17:48 WIB
Keragaman kepribadian adalah variasi kepribadian masyarakat di suatu negara berdasarkan lima dimensi kepribadian “The Big Five”. (Freepik/Fernando Veloso Leao)
Keragaman kepribadian adalah variasi kepribadian masyarakat di suatu negara berdasarkan lima dimensi kepribadian “The Big Five”. (Freepik/Fernando Veloso Leao)

PejuangKantoran.com - Sebuah studi besar yang menganalisis lebih dari 760.000 orang di 135 negara menemukan sesuatu yang menarik, yaitu negara dengan keragaman kepribadian yang lebih tinggi cenderung punya PDB per kapita lebih tinggi.

Bahkan, setelah dihitung ulang dengan mempertimbangkan kualitas institusi dan imigrasi, hasilnya tetap sama.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan “keragaman kepribadian”?

Baca Juga: Lowongan Freelance Translator di HelixRecruit, Proyek Kolaborasi dengan AI Lab Terkemuka

Ini adalah variasi kepribadian masyarakat di suatu negara berdasarkan lima dimensi kepribadian “The Big Five”, yaitu keterbukaan, kesadaran, ekstroversi, keramahan, dan neurotisisme. Semakin besar variasinya, semakin “beragam” psikologinya.

Bayangkan sebuah dapur. Kalau bahannya banyak, kamu lebih fleksibel memasak apa saja dan bisa menyesuaikan rencana kalau tiba-tiba berubah.

Begitu pula dengan negara. Semakin beragam cara berpikir dan bertindak warganya, semakin besar peluang munculnya inovasi dan solusi baru.

Para peneliti bahkan menemukan bahwa keragaman ini menjelaskan sekitar 20% perbedaan pendapatan antarnegara. Artinya, campuran sifat manusia punya peran penting selain pendidikan, sumber daya alam, atau lokasi geografis.

Dari skala individu sampai skala negara

Selama ini, penelitian tentang kepribadian dan ekonomi biasanya fokus pada individu. Misalnya, sifat kesadaran diri sering dikaitkan dengan gaji lebih tinggi.

Baca Juga: Gaji Besar Bukan Segalanya, Pikirkan Dulu Apakah Pekerjaan Itu Sepadan dengan Kesehatan Fisik dan Mental Kamu?

Namun, penelitian yang baru bukan lagi bertanya siapa yang berpenghasilan tinggi, tetapi apakah variasi sifat dalam suatu populasi berhubungan dengan ekonomi negara secara keseluruhan.

Jawabannya ternyata ya, ada hubungannya. Kalau dipikir-pikir, kita sudah sering melihat contoh kecilnya. Misalnya saat di kantor, kamu mungkin ahli membuat keputusan cepat, sedangkan rekan kerja kamu lebih teliti soal waktu dan detail.

Ini bukan mana yang lebih baik, tetapi semuanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Kalau contoh kecil ini diperbesar ke level kota atau negara, masuk akal kalau keragaman kepribadian bisa membuat suatu komunitas lebih gesit, kreatif, dan produktif.

Apa yang bisa dipelajari dari riset ini?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Vegoutmag.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X