10 Langkah yang Harus Dilakukan Oleh Pimpinan Ketika Ada Anggota Tim yang Silent Rebellion

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Desember 2025 | 11:40 WIB
Sebagai pimpinan, jangan abai ketika ada anggota tim yang teridentifkasi melakukan silent rebellion. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Sebagai pimpinan, jangan abai ketika ada anggota tim yang teridentifkasi melakukan silent rebellion. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Ada perbaikan ketika respons lebih cepat, mulai inisiatif, kualitas kerja stabil, energi komunikasi membaik.

9. Jika tidak berubah, lakukan Formal Alignment (tapi tetap empatik)

Apabila langkah ke-8 tidak berhasil, maka lakukan penegasan ekspektasi bersama. Sampaikan tujuan dengan jelas, timeline progress, support yang diberikan, dan konsekuesi.

Contoh penyampaian: “Kita ingin kamu kembali berada di jalur. Ini support-nya. Ini target-nya. Kita review dua minggu lagi.”

Baca Juga: Tantangan di Tempat Kerja Multigenerasi, Ketika Gaya Komunikasi dan Ekspektasi Jadi Penghalang

10. Jika tetap tidak berubah, jalankan prosedur kinerja standar

Silent rebellion yang tidak ditangani bisa berubah menjadi subtle sabotage, turnover, dan kerusakan budaya kerja (yang bisa menular).

Untuk itu, lakuk Performance Improvement Plan (PIP) yang fair, sertakandokumentasi lengkap, dan beri waktu cukup.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X