Dari sisi pimpinan perusahaan, khususnya dari level C-Suite, kebijakan kembali ke kantor juga diterapkan karena alasan finansial, reputasi merek, dan budaya perusahaan.
Namun, ada baiknya perusahaan juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang menarik. Menurut Rachel Shaw, banyak karyawan meninggalkan pekerjaan bukan karena masalah jarak jauh, melainkan karena mencari budaya perusahaan yang lebih baik.
“Bos atau pimpinan perusahaan perlu meluangkan waktu dan usaha untuk menghidupkan kembali suasana seru di kantor. Tujuannya supaya karyawan nggak cuma sibuk mengejar target atau tenggat waktu, tapi juga bisa asyik ngobrol dan bekerja sama lagi,” katanya.
Hal ini penting sekali buat karyawan muda yang menginginkan koneksi di tempat kerja. Kalau hal itu nggak didapat, mereka nggak akan ragu untuk mencari peluang di tempat lain.
Kalau kamu gimana?
Artikel Terkait
Estimasi UMP 2026 di Wilayah Jabodetabek Menurut ChatGPT dan Perplexity
Kalau Ada Lowongan Kerja Freelance Documentation (Photo dan Video) di Liberty Society, Mau Nggak?
Batal Pensiun, Ayustina Delia Priatna Buktikan Masih Terdepan di Lintasan Balap Sepeda SEA Games 2025
Ogah Dikira KKN, Wulan Guritno Tolak Pilih Shaloom Razade Jadi Peran Utama 'Malam 3 Yasinan'
Justin Barki Sumbangkan Bonus Emas SEA Games 2025 untuk Korban Banjir Bandang Sumut
SIM Kedaluwarsa Masih Bisa Diperpanjang, Ini Syarat dan Biayanya
Urutan Upah Minimum Per Jam di 100 Negara dari Tertinggi-Terendah. Indonesia Ada di Urutan Berapa?