Kapan Sebaiknya Mengambil Paket Pengunduran Diri Sukarela, dan Kapan Sebaiknya Bertahan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 30 Desember 2025 | 19:25 WIB
Ilustrasi: Kapan harus mengambil paket pesangon yang ditawarkan perusahaan, dan kapan sebaiknya kamu bertahan? (Freepik)
Ilustrasi: Kapan harus mengambil paket pesangon yang ditawarkan perusahaan, dan kapan sebaiknya kamu bertahan? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Belakangan ini, penawaran buyout atau pengunduran diri sukarela semakin sering terdengar di lingkungan kerja.

Buat yang belum tahu, buyout adalah tawaran dari perusahaan kepada karyawan untuk mengundurkan diri secara sukarela dengan imbalan sejumlah uang dan/atau manfaat lain.

Bentuknya bisa berupa uang tunai sekaligus, bonus tertentu, hingga fasilitas seperti biaya pendidikan atau pelatihan untuk membantu mencari pekerjaan baru.

Baca Juga: Apa Itu Voluntary Resignation Program? Pelajari Dulu Untung Rugi Pengunduran Diri Sukarela!

Biasanya ada batas waktu untuk memutuskan apakah kamu mau mengambil program tersebut atau tidak, misalnya 60 hari, sebelum tawaran tersebut ditarik.

Buyout atau voluntary resignation program sering digunakan perusahaan untuk menekan biaya atau menghindari pemutusan hubungan kerja massal.

Dari sudut pandang karyawan, buyout memberi kesan lebih bermartabat ketimbang PHK, karena keputusan untuk resign ada di tangan kita. Namun, tetap saja, tidak sedikit orang merasa tertekan untuk pergi sebelum benar-benar siap.

Kalau kamu termasuk yang masih ragu untuk mengambil paket pengunduran diri sukarela, ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan lebih dulu.

Menurut Loren Margolis, seorang career and leadership coach, aspek tersebut adalah kondisi keuangan, tahap karier, dan kesejahteraan emosional. Menariknya, aspek emosional sering kali justru paling diabaikan, padahal dampaknya besar.

Coba deh, kita lihat satu-satu dari semua aspek tersebut kapan harus mengambil paket pesangon yang ditawarkan.

Baca Juga: Apa Itu Voluntary Lay Off? Harus Gimana? Jangan Panik Baca Dulu Penjelasannya di Sini!

Kondisi keuangan

Pertanyaan paling mendasar adalah: apakah secara finansial kamu akan lebih baik kalau mengambil buyout? Coba hitung tabungan, aset, utang, serta pengeluaran rutin.

Lalu, perkirakan berapa lama paket pesangon bisa menopang hidup tanpa pemasukan baru. Bagi karyawan yang hidup dari gaji ke gaji, kestabilan pendapatan bulanan sering kali lebih penting daripada uang besar yang habis dalam beberapa bulan.

Tahap karier

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Muse

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X