Pejuangkantoran.com – Merasakan jenuh dalam pekerjaan sekarang lalu kemudian resign untuk ganti pekerjaan adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Ini yang dinamakan pivot karier.
Dalam konteks karier, pivot adalah mengubah arah atau fokus karier tanpa benar-benar memulai dari nol, bukan seratus persen berganti pekerjaan.
Lebih tepatnya, melakukan hal ini pegeseran strategi profesional, alias pekerjaan yang baru masih relate dengan pekerjaan lama
Keputusan melakukan pivot biasanya dipicu oleh perasaan terhadap karier yang mandeg (stagnan), lalu ada perubahan industri, atau ada perubahan nilai hidup kamu.
Artinya, pivot dalam karier haruslah manfaat bagimu dalam pertumbuhan karier, pekerjaan yang bermakna, ada keseimbangan dalam hidup, serta karier yang lebih sustain.
Yang menjadikan pivot sukses, pada dasarnya adalah soal mengelola risiko, identitas profesiomal, dan transisi kompetensi secara strategi. Jadi bukan sekadar pindah kerja karena sejumlah alasan di atas.
Baca Juga: Jenuh dengan Pekerjaan Sekarang? Solusinya adalah Pivot dengan Tetap Memerhatikan Hal-hal Berikut!
Berikut ini kerangka sistematis dan berdasarkan praktik terbaik/pengalaman:
1. Tetapkan alasan strategis (strategic intent)
Kunci keberhasilan pivot diawali dengan alasan yang jelas dan rasional, bukan reaksi emosional semata.
Uji niat kamu dengan pertanyaan berikut:
- Masalah apa yang ingin saya selesaikan dengan pivot ini?
- Apakah ini soal relevansi, makna kerja, kesehatan, atau keberlanjutan karier?
- Jika saya tidak pivot, risiko apa yang saya hadapi dalam 3–5 tahun ke depan?
Prinsip kunci: Pivot bukan “lari dari”, tetapi “bergerak menuju”.
2. Identifikasi transferable skills, bukan jabatan
Kesalahan paling umum adalah mendefinisikan diri lewat jabatan lama, bukan kapabilitas inti.
Artikel Terkait
Betulkah Job Hopping Alias Pindah-pindah Kerja Bisa Bikin Gaji Lebih Cepat Naik?
Meski Kerja Jarak Jauh, Milenial dan Gen Z Harus Tetap Bangun Karier Biar Nggak Stagnan!
Fenomena Job Hugging Meningkat Belakangan Ini Secara Global. Apa Penyebabnya dan Bagaimana di Indonesia?
6 Strategi Melakukan Job Hugging Yang Sehat Supaya Kamu Tetap Kompetitif dan Waras
Tren Karier Minimalis yang Dipelopori oleh Gen Z Akan Merombak Budaya Kerja Modern
Pelan-pelan, Karyawan Muda Akhirnya Mau Balik ke Kantor demi Masa Depan Karier Mereka Sendiri