PejuangKantoran.com - Menerima rejection letter atau email penolakan kerja dari rekruter memang bukan hal yang menyenangkan. Setelah menunggu hasil wawancara kerja kamu dengan harap-harap cemas, akhirnya masuklah email yang isinya bikin kamu kecewa.
Meski kecewa berat karena tidak diterima bekerja, sebagian besar orang berhenti sampai di situ. Bahkan ada yang langsung menghapus pesan tersebut karena kesal.
Namun, ada juga orang yang selalu membalas email penolakan kerja. Bukan untuk memprotes, melainkan untuk berterima kasih, dan jika memungkinkan, meminta umpan balik. Surat balasan seperti ini biasanya disebut appreciation letter atau thank you notes.
Baca Juga: Kapan Harus 'Move On' setelah Tidak Ada Kabar dari Wawancara Kerja yang Kamu Jalani?
Nah, buat yang belum tahu, kebiasaan sederhana ini sebaiknya juga kamu terapkan. Sebab, balasan kamu terkadang bisa memberikan peluang lain yang tidak kamu duga sebelumnya.
Saat mengirim appreciation letter tersebut, kamu bisa sekaligus meminta feedback dari perusahaan mengapa kamu dinilai tidak memenuhi syarat. Hal ini boleh kamu lakukan kalau rejection letter-nya menyertakan kalimat singkat seperti, “We don't proceed any furthers your candidacy” atau “We are unable to offer you the position at the moment” tanpa penjelasan lebih lanjut.
Tidak ada salahnya menindaklanjuti email tersebut. Kalau bisa, kirimkan appreciation letter segera setelah menerima kabar tersebut, baik saat panggilan telepon maupun dalam beberapa hari setelah email dikirim.
Kamu bisa membalas email penolakan kerja tersebut sebagai ungkapan terima kasih karena diberi kesempatan untuk wawancara kerja. Selain itu (ini yang penting), sebagai bagian dari upaya membangun networking.
Setiap proses rekrutmen pada dasarnya adalah kesempatan untuk menjalin relasi. Respons yang hangat dan optimis bisa meninggalkan kesan positif, meski hasil interview kamu belum sesuai harapan.
Baca Juga: Berapa Kali Tahap Wawancara Kerja yang Wajar, dan Apa Artinya Kalau Proses Rekrutmen Terlalu Lama?
Perlu diingat, sebagian besar pelamar tidak membalas email penolakan. Dengan mengirimkan appreciation letter secara profesional, kamu sudah menempatkan diri selangkah di depan.
Sikap ini menunjukkan kedewasaan, rasa hormat, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Bukankah ini kualitas yang dihargai oleh banyak perekrut?
Selain itu, hal-hal yang tidak terduga mungkin saja terjadi. Misalnya, kandidat yang diterima ternyata memutuskan untuk tidak mengambil posisi tersebut. Atau, ia bergabung tetapi keluar dalam waktu singkat.
Ada pula kemungkinan perusahaan membuka posisi lain yang serupa dan sesuai dengan profil kamu. Dalam kondisi seperti ini, manajer perekrutan cenderung mempertimbangkan kembali kandidat yang sudah pernah diwawancarai daripada memulai proses dari awal.
Kalau sebelumnya kamu sudah mengirim thank you notes yang profesional dan berkesan, nama kamu akan lebih mudah diingat. Jadi, tidak diterima bekerja bukan selalu akhir dari segalanya.
Artikel Terkait
Komdigi Copot 3 Pegawai Ditjen Infrastruktur Digital usai Data Pelamar Bocor ke Publik
Mengapa Silent Call Adalah Panggilan Telepon yang Harus Diwaspadai?
Diam Bukan Berarti Consent: Memahami Tonic Immobility yang Terjadi pada Korban Mohan Hazian
Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat: Kunci Indonesia Naik Kelas
Shopee Hadirkan Cerita Ramadan Masa Kini Lewat Big Ramadan Sale 2026
8 Kota Dunia dengan Sistem Kereta Komuter Terbaik Saat Ini!
'Tunggu Aku Sukses Nanti' Angkat Tema Tekanan Sosial yang Muncul Saat Lebaran bareng Keluarga