Diam Bukan Berarti Consent: Memahami Tonic Immobility yang Terjadi pada Korban Mohan Hazian

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 12 Februari 2026 | 16:45 WIB
Ilustrasi: Kenali apa itu tonic immobility yang sering terjadi pada korban pelecehan seksual. (Unsplash/Sasun Bughdaryan)
Ilustrasi: Kenali apa itu tonic immobility yang sering terjadi pada korban pelecehan seksual. (Unsplash/Sasun Bughdaryan)

P ejuangKantoran.com - Setelah dua kali membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap talent modelnya, akhirnya Mohan Hazian, pemilik merek streetwear Thanksinsomnia, mengakui bahwa ia memang telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

“Saya, Mohan Hazian, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tidak pantas yang telah saya lakukan terhadap model atau talent yang pernah bekerja sama dengan brand milik saya,” tulis Mohan dalam akun Instagram-nya, @mohanhazian, Rabu (11/2/2026).

Dalam klarifikasinya yang ketiga itu, Mohan mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran moral dan etika profesional yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

Baca Juga: Komdigi Copot 3 Pegawai Ditjen Infrastruktur Digital usai Data Pelamar Bocor ke Publik

Ia mengaku akan menerima tanggung jawab tanpa membuat pembenaran dan mengalihkan kesalahan kepada pihak lain.

Mohan, yang menghapus semua konten Instagram-nya, juga menyatakan mengundurkan diri dari seluruh jabatan, peran professional, dan keterlibatan public yang diembannya di Thanksinsomnia.

Apa itu tonic immobility?

Meskipun Mohan Hazian sudah mengakui perbuatannya, kita tetap perlu waspada dengan modus-modus yang biasa dilakukan oleh para pelaku pelecehan seksual. Selain itu, pahami juga apa yang terjadi saat kamu sendiri yang menghadapi situasi yang menakutkan seperti itu.

Saat mengalami situasi tersebut, rata-rata korban mengaku nge-freeze. Ini situasi di mana korban dalam proses mencerna apa yang sedang terjadi, merasa ketakutan, tapi kalau melawan juga khawatir pelaku bakal lebih kasar lagi.

Hal ini kerap disalahartikan oleh pelaku (mungkin dengan sengaja) bahwa diamnya korban merupakan tanda bahwa ia memberikan consent (persetujuan). Bahwa perbuatan dilakukan atas dasar suka sama sekali.

Baca Juga: Pangeran Abdul Mateen Umumkan Nama Buah Hatinya bersama Putri Anisha, Ini Arti dari Namanya!

Namun, diam bukan berarti consent!

Dalam istilah biologi dan psikologi ada yang disebut tonic immobility. Pada hewan, kondisi ini kerap dipahami sebagai respons pertahanan diri. Misalnya pada hiu.

Ada anggapan bahwa cara terbaik menghadapi hiu adalah memukul hidungnya. Padahal, menyentuh area di sekitar mata hiu justru bisa membuatnya masuk ke kondisi tonic immobility. Inilah keadaan lumpuh sementara yang diyakini sebagai mekanisme perlindungan dari predator.

Tubuh hiu menjadi kaku, tidak bergerak sama sekali, seolah-olah mati. Kondisi ini bahkan bisa berlangsung hingga 15 menit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Psychology Today, Instagram @mohanhazian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X