Mengenal Pitch Deck: Definisi, Tujuan, Isi, dan Alternatif yang Lebih Ringkas

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 23 April 2026 | 08:09 WIB
Ilustrasi: Meski kamu tidak sedang mencari investor, pitch deck juga berguna sekali untuk menyamakan visi dengan rekan kerja. (Unsplash/Slidebean)
Ilustrasi: Meski kamu tidak sedang mencari investor, pitch deck juga berguna sekali untuk menyamakan visi dengan rekan kerja. (Unsplash/Slidebean)

Kalaupun kamu tidak sedang mencari investor, presentasi singkat ini juga berguna sekali untuk menyamakan visi dengan rekan kerja atau mencari partner strategis.

Agar pitch deck tidak membosankan

Dulu, orang hanya pakai software standar seperti PowerPoint. Sekarang, sudah banyak tools seperti Adobe Express atau Visme yang menyediakan template profesional. Kamu tidak perlu jadi desainer grafis untuk membuat slide yang keren.

Tips agar pitch deck kamu dilirik:
Gunakan narasi. Jangan cuma menyajikan data keras, tapi ceritakan juga sebuah kisah tentang bagaimana produk kamu membantu orang.
Data yang jujur. Proyeksi keuangan harus masuk akal, karena investor sangat teliti soal angka.
Singkat dan padat. Selain memaparkan slide dengan teks, berikan juga beberapa gambar agar lebih menarik. Setelah itu tinggal kamu yang menjelaskan detailnya secara lisan.

Baca Juga: Jangan Keliru, Asuransi Itu Bukan Investasi! IFG Ingatkan Nasabah untuk Teliti Membaca Polis

Alternatif: Startup One-Pager

Kadang, kamu bertemu klien yang jadwalnya ketat banget, misalnya di lift atau saat menghadiri konferensi. Dalam situasi ini, presentasi 15 slide mungkin terlalu panjang. Sebagai alternatif kamu bisa menggunakan Startup One-Pager.

Ini rangkuman seluruh bisnis kamu yang dimuat dalam satu halaman. Isinya sangat padat dan fokus pada poin-poin paling penting untuk menarik perhatian dalam hitungan detik.

Meski “menarik” itu jadi kata kunci, tapi pitch deck bukan dibuat hanya untuk memamerkan slide yang cantik melainkan bagaimana menyampaikan nilai dari ide kamu. Dengan alat yang tepat dan pemahaman yang benar, kamu bisa mengubah ide di kepala menjadi peluang bisnis yang nyata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Canva, Adobe.com, Visme.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X