PejuangKantoran.com - Interview yang berjalan dengan menegangkan itu akhirnya berlalu, lalu tiba-tiba si pewawancara melontarkan pertanyaan ini, "Kapan bisa mulai bekerja?"
Wajar kalau kamu jadi gelagapan dan langsung menjawab, “Senin!”. Kamu merasa sudah memberi kepastian yang dibutuhkan, apalagi pewawancara tersenyum sambil mencatat jawaban kamu.
Di antara pertanyaan wawancara yang sering dilontarkan saat interview, pertanyaan ini sebenarnya bukan yang paling susah dijawab. Tapi karena alasan itu pula, kamu malah tidak menyadari bahwa pertanyaan itu juga butuh jawaban strategis.
Baca Juga: Kalau Ditanya 'Kapan Bisa Mulai Bekerja', Jangan Menjawab ‘Secepatnya’. Ini Alasannya!
Karena nggak expect bakal menerima pertanyaan itu, akhirnya kamu nggak mempersiapkan jawabannya dengan baik.
Mengapa pewawancara bertanya "Kapan bisa mulai bekerja?"
Biasanya, perusahaan mengajukan pertanyaan ini untuk menentukan apakah jadwal luang kamu sesuai dengan waktu yang mereka butuhkan. Kalau kamu bekerja, mereka ingin menilai seberapa besar keinginan kamu keluar dari pekerjaan kamu sekarang ini dan seberapa siap kamu untuk melakukannya.
Selain itu, pertanyaan tersebut juga untuk mengukur etos kerja kamu. Kalau kamu terlalu gampang keluar dari pekerjaan kamu secara mendadak atau bahkan tanpa pemberitahuan, itu menunjukkan kalau kamu mungkin akan melakukan hal yang sama kepada mereka nantinya.
Ditanya "kapan bisa mulai bekerja" sebenarnya tidak selalu berarti mereka bermaksud untuk menerima kamu bekerja. Mereka sekadar menunjukkan bahwa kamu salah satu kandidat yang kuat, dan mereka ingin membandingkan waktu luang kamu dengan kandidat lain.
Meskipun nggak ada jawaban yang sempurna untuk pertanyaan ini, respons kamu harus sama baiknya dengan jawaban kamu untuk pertanyaan wawancara lainnya.
Yang perlu dipertimbangkan sebelum wawancara
Baca Juga: Kenapa Kimberly Ryder Ngaku Series 'Ikhlas Paling Serius' Relate Banget dengan Kehidupannya?
Jawaban untuk “kapan bisa mulai bekerja” bisa berubah tergantung situasi kamu sekarang ini. Berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
• Apakah kamu saat ini bekerja? Kalau iya, kamu perlu memberikan two-week notice kepada atasan kamu. Dalam hal ini, kamu bisa langsung bekerja, jadi terus terang saja dengan pewawancara untuk menghindari masalah di kemudian hari. Beda kalau kamu sekarang menganggur.
• Apakah kamu punya rencana pribadi? Kalau ada acara yang kamu rencanakan beberapa hari atau minggu setelah wawancara, jadikan pertimbangan juga. Entah itu rencana liburan, berobat ke dokter, atau janji penting lainnya, sampaikan secara terbuka dalam jawaban kamu.
• Apakah kamu benar-benar menginginkan pekerjaan ini? Kadang kandidat itu melamar beberapa pekerjaan sekaligus tetapi sebenarnya tidak benar-benar tertarik dengan semuanya.
Artikel Terkait
Airbnb Gunakan AI untuk Menulis 60% Kode Baru di Perusahaan, dan Ini Sebagian Manfaatnya untuk Bisnis
Sukuk Tabungan ST016 Tawarkan Kupon di Atas 6%, Lebih Tinggi daripada Produk Sebelumnya
Seven Retail Buka Lowongan Kerja Growth & Strategy Associate Lulusan Akuntansi atau Keuangan
Generasi Muda Mulai Ubah Prioritas Pernikahan, dari Pesta Besar ke Kesiapan Rumah Tangga
“Soft Socializing”, Tren Sosialisasi Baru Gen Z yang Lebih Santai dan Minim Drama
Pengangguran Tembus 7,24 Juta, Wamenaker Minta Anak Muda Buka Lapangan Kerja Sendiri
Kena Side Stitch atau "Suduken" Saat Lari? Tenang, Tidak Berbahaya Kecuali Jika Ada Sejumlah Hal Berikut Ini!