Biasanya, peningkatan terbesar datang dari memperbaiki pain point ini.
7. Cari "moment of truth"
Ini adalah momen yang sangat memengaruhi keputusan pelanggan. Misal, review pertama yang dibaca, respons admin yang cepat, pengalaman unboxing, klaim garansi mudah, dan sebagainya.
Sering kali, satu pengalaman positif atau negatif di titik ini dapat mengubah keputusan pelanggan.
8. Gunakan data, bukan asumsi
Customer journey sebaiknya dibangun berdasarkan data seperti: wawancara pelanggan. survei kepuasan, analisis web, ulasan pelanggan, hingga observasi langsung.
Dengan begitu, perbaikan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Dengan kata lain, memahami customer journey bukan sekadar menggambar alur pelanggan, tetapi memahami apa yang pelanggan lakukan, pikirkan, rasakan, dan alami di setiap interaksi, lalu menggunakan pemahaman tersebut untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik. ***
Artikel Terkait
3 Manfaat Bersyukur untuk Bisnis yang Lebih Sukses bagi Pemimpin, Karyawan, dan Juga Pelanggan
6 Keterampilan yang Harus Dimiliki Jika Ingin Jadi Customer Service Manager yang Andal
7 Tips untuk Memastikan Kepuasan Pelanggan Tinggi Sehingga Mendorong Peningkatan Keuntungan Perusahaan
Dirty Latte Menu Kopi yang Sedang Tren yang Awalnya Dibuat Karena Keluhan Pelanggan