Sebaliknya, orang yang berintegritas tinggi biasanya bisa dipercaya memimpin tim, diberi tanggung jawab yang lebih besar, dan membangun reputasi yang bertahan lama.
Intinya, integritas adalah fondasi karakter, sedangkan kecerdasan dan energi adalah alat. Alat yang hebat di tangan orang yang tidak berintegritas dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih merusak daripada alat yang sama di tangan orang yang jujur dan bertanggung jawab.
Integritas bukanlah sifat bawaan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang. Integritas adalah kebiasaan yang dibangun melalui keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten. Orang yang tampak sangat berintegritas umumnya telah berulang kali memilih melakukan hal yang benar, bahkan ketika pilihan itu lebih sulit atau tidak menguntungkan.
Bagaimana Cara Menumbuhkan Integritas?
Untuk menumbuhkan integritas, maka pertama kali yang harus kamu lakukan adalah menentukan nilai (values) yang menjadi pegangan hidupmu. Ketika berhadapan dengan dilema, maka nilai-nilai kehidupan tadi menjadi penunjuka arah.
Baca Juga: Sebagai Anak Baru, Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Melihat Ada Cikal Bakal Korupsi di Kantor
Kemudian, selaraskan ucapan dan tindakanmu. Semakin sering ucapan dan tindakan selaras, semakin tinggi tingkat kepercayaan orang lain kepadamu.
Lalu, kamu juga harus berani berkata jujur termasuk kteika kamu melakukan kesalahan. Mengakui kesalahan biasanya memang tidak nyaman, tetapi justru membangun kredibilitas dalam jangka panjang.
Godaan terhadap intergritas biasanya bukan hal yang besar, namun justru kompromi-kompromi kecil. Ini mirip dengan slippery slope of dishonesty. Karena itu, jangan mengorbankan prinsip demi keuntungan sesaat.
Ujian integritas itu terjadi ketika tidak ada yang sedang mengawasi kamu. Karena itu, konsisten dalam menjalankan integritas itu sangat penting.
Cari dan masuklah dalam lingkungan yang mendukung integritas, karena karakter seseorang itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang menghargai transparansi dan akuntabilitas akan memperkuat kebiasaan baik.
Intergritas tanpa keberanian percuma. Latih keberanian untuk mengatakan yang benar adalah benar, dan salah salah salah. Tidak mudah, namun bisa kamu latih, termasuk melatih cara menjalankan kejujuran dengan cara yang efektif.
Yang terakhir, lakukan refleksi diri secara rutin. Tanyakan kepada dirimu apakah kamu sudah mengatakan yang sesuai kenyataan, sudah menepati janji, tidak mengambil jalan pintas yang tidak semsetinya, dan sebagainya.
Refleksi semacam ini membantu menjaga integritas sebagai proses yang terus berkembang. ***
Artikel Terkait
Amnesti Internasional Nobatkan Singapura sebagai Negara Rendah Korupsi
Bagaimana Cara Menilai Orang Bohong atau Jujur? Lihat Saja Fokus dan Relevansi Ceritanya!
Ingin Jadi Pemimpin yang Disukai? Tak Perlu Gaya-Gayaan, yang Penting Hadir dan Jujur!
Jadi Polisi Jujur di Film 'Meja Tanpa Laci', Bentuk Penghormatan Daffa Wardhana pada Sang Kakek