Pejuangkantoran.com – Tentu kita semua makin sadar bahwa memanfaatkan AI (artificial intelligence) sudah bukan hal yang asing lagi. Tak hanya untuk hal-hal iseng seperti “ngerjain” foto teman menjadi video yang lucu hingga yang yang serius dalam pekerjaan, seperti melakukan coding.
Jika kita tidak bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang serba cepat seperti ini, sudah pasti kita akan tertinggal jauh dalam waktu dekat. Salah satu value dalam dunia kerja yang sangat relevan dengan hal ini adalah value continuous learning.
Continuous learning adalah proses belajar yang berlangsung secara berkelanjutan sepanjang karier seseorang untuk terus memperoleh, memperbarui, dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi agar tetap relevan dengan perubahan pekerjaan, teknologi, dan kebutuhan organisasi.
Dalam konteks dunia kerja, continuous learning tidak hanya berarti mengikuti pelatihan formal, tetapi juga belajar melalui pengalaman kerja sehari-hari, mentoring, coaching, refleksi, kolaborasi, serta pembelajaran mandiri.
Sederhananya, continuous learning adalah kebiasaan untuk terus belajar, menerapkan hasil belajar, lalu belajar kembali seiring perubahan pekerjaan.
Baca Juga: 10 Values Personal yang Dianggap Penting dalam Dunia Kerja yang Wajib Kamu Pahami dan Terapkan!
International Labour Organisation (ILO) sendiri, seperti yang dimuat di web mereka ilo.org, menyebut ini sebagai Lifelong Learning alias Belajar Sepanjang Hayat. Lifelong Learning saat ini muncul sebagai isu kebijakan penting seiring dunia kerja di masa depan yang terus berubah dan makin menantang.
Selaras dengan apa yang disampaikan ILO, Continuous learning menjadi value yang pentng dalam dunia kerja karena ada sejumlah faktor utama yang mengondisikannya, yaitu:
1. Perubahan teknologi yang sangat cepat
- AI, otomatisasi, digitalisasi, dan data analytics menyebabkan keterampilan cepat menjadi usang.
- Karyawan perlu terus melakukan upskilling (meningkatkan kemampuan) dan reskilling (mempelajari kemampuan baru).
2. Pekerjaan terus berubah
- Banyak pekerjaan tidak lagi memiliki job description yang statis.
- Karyawan dituntut mampu beradaptasi terhadap tugas, proyek, dan teknologi baru.
Baca Juga: Personal Values Bisa Memperluas Peluang Karier Kamu. Berikut 6 Poin Penting Penjelasannya!
3. Karier semakin bersifat dinamis
- Karier modern tidak lagi selalu linear.
- Seseorang dapat berpindah fungsi, industri, bahkan profesi beberapa kali sepanjang hidupnya.
4. Organisasi membutuhkan agility
- Organisasi yang memiliki budaya belajar lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar dibandingkan pesaingnya.
Dalam sebuah artikel berjudul Persepctives Into Learning At Workplace yang dimuat di Sciencedirect.com, menyebutkan bahwa pembelajaran di tempat kerja tidak hanya berasal dari pelatihan formal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pengalaman kerja, interaksi dengan rekan kerja, serta refleksi terhadap praktik sehari-hari.
Artikel Terkait
7 Pekerjaan Bergaji Tinggi untuk Kamu yang Punya Skill Berpikir Analitis dan Suka Membaca Data
Pentingnya Melakukan Longlife Learning dalam Hidup, Bisa Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kalau Kamu Menjadi Mentor Anak Magang. Gunakan Metode Microlearning Untuk Mengajari Mereka
Kemampuan Fast Learning Jadi Kunci Sukses di Dunia Kerja yang Selalu Berubah. Tahu Kenapa?
Tak Perlu Canggung, Begini Cara Profesional Meminta Referensi Kerja dari Mentor atau Klien
Belajar Emotional Marketing dari Punch dan Boneka Orangutan IKEA