4 Faktor Utama yang Mendorong Wajib Continuous Learning Dalam Dunia Kerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 1 Agustus 2026 | 12:50 WIB
Memiliki value contnious learning saat ini adalah wajib dan harus aktif dan pro-aktif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Memiliki value contnious learning saat ini adalah wajib dan harus aktif dan pro-aktif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Continuous learning dalam lingkungan kerja dapat melalui berbagai cara, seperti berikut:

  1. Formal learning: Pelatihan, workshop, sertifikasi, kuliah.
  2. Non-formal learning: Webinar, komunitas profesional, seminar.
  3. Informal learning: Belajar dari pengalaman kerja sehari-hari.
  4. Social learning: Coaching, mentoring, diskusi tim, peer learning.
  5. Self-directed learning: Membaca buku, jurnal, kursus daring, podcast.

Dari kelima cara pembelajaran tersebut, hanya satu yang biasanya diselenggarakan atau di-support oleh Perusahaan.

Perusahaan yang memang menekankan pentingnya pembelajaran, pasti punya program pelatihan, workshop, dan sertifikasi. Bahkan tak jarang yang memberikan beasiswa kepada karyawannya untuk meneruskan sekolah/kuliah tingkat lanjut.

Namun, continuous learning itu sebenarnya lebih banyak pada domain personal kita, seberapa jauh diri kita pribadi ingin bisa terus relevan dengan perubahan dunia kerja.

Baca Juga: 5 Poin Penting yang Bisa Mengukur Learning Agility Kamu Yang Bermanfaat Dalam Perubahan yang Serba Cepat

Oleh karena itu empat cara pembelajaran dalam lingkungan kerja itu sangat-sangat tergantung dari seberapa aktif dan pro-aktif diri kita pribadi. Misal membaca buku, jurnal atau kursus, bahkan hingga belajar dari pengalaman kerja sehari-hari itu mestinya dimulai dari keinginan kita sendiri untuk melakukannya.

Oleh karena itu, seseorang yang punya value continuous learning biasanya:

  • memiliki growth mindset,
  • aktif mencari umpan balik (feedback),
  • senang mencoba cara kerja baru,
  • rutin mengevaluasi diri,
  • terbuka terhadap perubahan,
  • belajar dari kesalahan,
  • membagikan pengetahuan kepada orang lain.

Kemampuan ini sering dikaitkan dengan konsep learning agility, yaitu kemampuan untuk belajar dengan cepat dari pengalaman dan menerapkannya pada situasi baru. So, tetap dan teruslah aktif dan pro-aktif untuk belajar dan berkembang agar selalu relevan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: sciencedirect.com, ilo.org, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X