Pewawancara bisa saja saling mengirimkan email dengan ringkasan singkat saat wawancara kerja. Atau mengisi kuesioner untuk mengukur setiap kandidat dalam kompetensi tertentu, memberikan peringkat, dan memberikan komentar atau dokumentasi pendukung.
Jika di antara mereka ada yang sakit, memiliki keperluan keluarga, atau bahkan cuti, maka prosesnya bisa lebih lama lagi.
3. Sibuk dengan pekerjaan lain
Selain menjadi tokoh utama dalam proses perekrutan, orang-orang HRD juga memiliki pekerjaan lain yang harus mereka selesaikan.
Meskipun membuat keputusan tentang status pencalonan dirimu adalah hal yang penting dalam daftar tugas mereka, tetapi itu bukan satu-satunya tugas mereka.
4. Belum membuat keputusan
Proses perekrutan dan orientasi karyawan baru adalah proses yang mahal, baik dari segi waktu maupun uang. Jadi, perusahaan ingin memastikan bahwa mereka sudah 100% yakin dengan pilihannya sebelum penawaran diberikan.
5. Kamu tidak mendapatkan pekerjaan itu
Tidak jarang, terlalu lama tidak ada kabar berarti kamu tidak terpilih sebagai kandidat yang mendapatkan pekerjaan tersebut, dan pihak HRD tidak merasa perlu memberitahumu secara langsung.
Meskipun ini terasa tidak adil, apalagi jika kamu sudah menjalani beberapa tahapan, ini sebenarnya sering terjadi.
Baca Juga: Mengenal Bacuya, Boneka Badak Bercula Satu yang Jadi Maskot Piala Dunia U-17
Apa yang harus kamu lakukan saat menunggu kabar?
Saran yang bagus adalah: Jangan berhenti mencari pekerjaan sampai kamu menerima tawaran secara resmi.
Jadi, sambil menunggu kabar, kamu bisa mencari posisi lain yang menarik, meng-update CV, menulis surat lamaran, dan menyebarkannya lagi ke berbagai perusahaan.