Jika kamu terbuka tentang apa yang mungkin kamu perlukan dari perusahaan agar berhasil, kamu dan pewawancara jadi lebih tahu apakah perusahaan dapat memberikan bantuan semacam itu, bahkan sebelum kamu memulai pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia
“Jauh lebih baik untuk melakukan pembicaraan seperti itu dalam sebuah wawancara untuk mengetahui apakah kandidat benar-benar cocok, daripada mencari tahu kebalikan dari apa yang dibutuhkannya setelah merekrutnya,” kata Djenaba Parker, penasihat umum dan kepala staf di Goop.
Kerendahan hati salah satu inti kepemimpinan yang hebat
Bersikap terbuka tentang kekurangan yang dimiliki juga berarti bahwa kamu menunjukkan contoh kerendahan hati. Ini merupakan sifat yang diapresiasi oleh banyak perusahaan.
Ryan bilang, “Bagi saya, kerendahan hati adalah bagian inti dari kepemimpinan yang hebat. Saya tidak ingin orang yang bekerja untuk saya, tidak memiliki kerendahan hati.”
Bill Kramer, CEO Academy of Motion Picture Arts and Sciences–penyelenggara Piala Oscar, juga sependapat dengan hal tersebut.
Baca Juga: YLBHI: Presiden Joko Widodo Melakukan Tindakan-tindakan yang Melawan Konstitusi
“Saya senang melihat kerendahan hati dan kebaikan pada orang-orang yang saya wawancarai,” katanya.
Bill mengingatkan bahwa menjadi bagian dari sebuah organisasi atau perusahaan, itu artinya “kamu tidak lebih besar dari semua orang.” Kami merupakan bagian dari ekosistem yang lebih besar di dalamnya. Jadi, tidak perlu menjadi sombong karena akan ada orang yang lebih mampu dari dirimu.
"Menurut saya, menunjukkan pemahaman tentang hal itu adalah kuncinya,” ujarnya.
Jadi, tak perlu bohong untuk menutupi kelemahan yang kamu miliki saat wawancara kerja. Namun, pastikan kalau kamu juga tetap meng-highlight kemampuan yang dimiliki dan keinginan untuk belajar menghilangkan kelemahan tersebut. (Elga Windasari)