1. Tugas dan pekerjaan
Analis Data menggunakan pengetahuan mereka tentang data untuk melakukan penelitian mendalam. Mereka mempelajari subjek tertentu, seperti demografi pelanggan atau tingkat kegagalan produk, dan kemudian mengembangkan strategi berdasarkan informasi tersebut.
Misalnya, seorang analis dapat menentukan bahwa pelanggan lebih memilih satu jenis produk daripada yang lain dan menyarankan cara-cara baru untuk memasarkan produk tersebut.
Baca Juga: Apa Saja Bisnis Para Pemenang Masterchef Indonesia Selain Jadi YouTuber? Mampir, Yuk!
Sementara Spesialis Data bertanggung jawab untuk memelihara basis data. Mereka memastikan keakuratan data dan membuat perubahan jika diperlukan. Tak hanya itu, mereka juga memecahkan masalah dengan basis data ketika terjadi.
2. Persyaratan kerja
Data Specialist dan Data Analyst umumnya membutuhkan setidaknya gelar sarjana di bidang ilmu komputer, matematika, atau bidang terkait lainnya. Sementara Analis Data juga dapat mengejar gelar master dalam administrasi bisnis dengan fokus pada analisis data.
Selain itu, banyak Data Specialist dan Data Analyst yang mendapatkan sertifikasi melalui organisasi. Sertifikasi ini dapat membantu terlihat lebih menonjol dan menunjukkan bahwa mereka memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk sukses di bidangnya.
3. Lingkungan kerja
Keduanya sering kali bekerja di lingkungan yang berbeda. Untuk Spesialis Data, biasanya bekerja di lingkungan kantor yang membuat mereka dapat berkolaborasi dengan profesional lain untuk memecahkan masalah bagi klien.
Sementara Analis Data biasanya bekerja di lingkungan kantor yang lebih tradisional, tetapi juga dapat menghabiskan waktu bekerja dari rumah.
Ini karena banyak tugas yang dilakukan Analis Data merupakan proyek independen yang tidak memerlukan kolaborasi dengan orang lain.
Baca Juga: Dana Darurat Berapa yang Harus Dipersiapkan Biar Hidup Tenang dan Sejahtera?
4. Keterampilan
Dua pekerjaan ini sama-sama menggunakan keterampilan analitis untuk memeriksa data dan menarik kesimpulan dari temuan mereka.
Mereka juga dituntut untuk harus mampu mengomunikasikan temuannya secara efektif kepada mereka yang mungkin tidak memiliki tingkat keahlian analisis data yang sama.