Meskipun procurement dan purchasing sama-sama melibatkan pertukaran barang dan jasa, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya.
Misalnya, procurement lebih merupakan proses strategis yang melibatkan perolehan barang dan jasa. Proses ini menekankan pada nilai produk dan menggunakan serangkaian langkah untuk menyelesaikan akuisisi.
Baca Juga: 5 Makanan Penambah Trombosit, Dari Pepaya Sampai Cokelat Hitam
Perusahaan umumnya mengambil pendekatan proaktif saat mengajukan pesanan pengadaan. Dengan demikian, mereka dapat mengidentifikasi dan memenuhi kekurangan di masa mendatang sebelum dibutuhkan.
Purchasing, di sisi lain, adalah proses transaksional. Dengan demikian, proses ini melibatkan pembelian barang dan jasa. Ketika sebuah entitas membeli barang dan jasa, entitas tersebut lebih mementingkan harga daripada nilai.
Pembelian biasanya juga merupakan proses reaktif yang memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak.
Jika diuraikan, maka perbedaan proses procurement, purchasing, dan sourcing adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Bangkok Dikepung Polusi, Pejuang Kantoran Diminta WFH 2 Hari
Sourcing:
• Menganalisis perilaku belanja konsumen.
• Meneliti pasar pemasok.
• Menerbitkan pemberitahuan tender.
• Mengevaluasi pengajuan dari pemasok.
• Memberikan kontrak kepada pemasok.
Purchasing
• Proses transaksional
• Lebih mementingkan harga
• Pendekatan reaktif
• Memenuhi kebutuhan mendesak
Procurement
• Proses strategis
• Penekanan yang lebih besar pada nilai
• Pendekatan proaktif
• Menemukan dan mengisi kekurangan di masa depan
Nah, sudah jelas kan apa perbedaan antara procurement, purchasing, dan sourcing?