kubikel

Contoh Jawaban Humble Bragging yang Bagus untuk Merespons “Apa Kelemahanmu” saat Wawancara Kerja

Senin, 29 April 2024 | 18:31 WIB
Ilustrasi: Begini contoh jawaban humble bragging yang bagus untuk merespons pertanyaan (Freepik/Kate Mangostar)

Sebaiknya, pilih kelemahan yang berhubungan dengan pekerjaan, dan bukan kelemahan pribadi. Kecuali, kalau kamu seorang fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja yang memadai, kamu bisa memilih contoh pribadi.

Kelemahan pribadi pun sebaiknya jangan yang hanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Mengatakan, “Saya tidak tahu cara menggunakan suatu alat” sebenarnya bukanlah kelemahan.

Hal itu hanya menunjukkan kurangnya pelatihan, dan solusinya mudah. Itu juga bukan tipe jawaban yang memuaskan pewawancara.

Baca Juga: Lowongan Motion Graphic Designer di Dentsu Aegis Network buat yang Pengalaman di Studio Kreatif

Coba pilih kelemahan tingkat moderat. Kelemahan yang terlalu sederhana bakal mudah ditebak, dan tidak sesuai dengan apa yang dicari oleh pewawancara.

Contoh jawaban tentang kelemahan yang terlalu sederhana:

• Email-email saya bisa bertele-tele.
• Terkadang saya kehilangan fokus dalam rapat yang panjang dan berjam-jam.
• Saya tidak bisa bekerja dengan baik dengan orang lain.
• Saya selalu terlambat.
• Saya kesulitan mengatur tugas dan tenggat waktu.

Contoh jawaban tentang kelemahan yang lebih tepat adalah:

• Saya kurang pintar berbicara di depan umum.
• Saat membicarakan proyek, saya menjadi terlalu teknis dengan menggunakan terlalu banyak jargon yang tidak dipahami oleh orang di luar tim.
• Saya bisa bersikap lebih diplomatis pada saat-saat tertentu.
• Saya tidak selalu mendelegasikan tugas sebanyak yang seharusnya (hal ini berlaku untuk manajer).
• Saya tidak pandai melakukan analisis data secara mendetail (untuk peran non-data).
• Kadang-kadang saya harus meminta bantuan lebih awal daripada menunggu sampai selesai dan waktunya sempit.

Baca Juga: Video Musik Milik RM BTS Wild Flower (With Youjeen) Tembus 100 Juta Views Di Youtube

Yang penting, hindari kelemahan yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pekerjaan. Jika tugas utamamu berkomunikasi dengan orang lain, tentu saja kamu tidak boleh menyebut bahwa kelemahanmu adalah dalam berkomunikasi.

Idealnya, kelemahan tersebut sebaiknya yang bukan merupakan persyaratan pokok dari peran tersebut.

Jadi, kamu juga tidak akan menjawab, “Menunggu hingga menit terakhir untuk meminta bantuan” untuk jabatan manajer proyek yang tugasnya adalah menjaga segala sesuatu sesuai jadwal dan mencegah risiko apapun muncul.

Halaman:

Tags

Terkini