PejuangKantoran.com - Ketika ditanya “Apa kelemahan terbesarmu”, jawaban umum yang sering diberikan pelamar adalah, “Saya seorang perfeksionis”, atau “Saya bekerja terlalu keras”, atau “Saya terlalu baik kepada orang lain”.
Umumnya, tanggapan semacam itu merupakan upaya terselubung untuk menjadikan kekuatan tampak sebagai kelemahan. Atau orang menyebutnya sebagai humble bragging.
Meskipun banyak pencari kerja menggunakannya untuk menyampaikan pencapaian mereka atau membuat diri mereka terasa lebih penting, hal ini membuat orang-orang tidak menyukaimu.
Baca Juga: Stop Memberikan Jawaban Humble Bragging Saat Wawancara Kerja karena Sudah Tidak Efektif Lagi!
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, peneliti Ovul Sezer, Francesca Gino dan Michael Norton, menyimpulkan humble bragging semakin populer, tetapi hal tersebut kontraproduktif.
Dengan sedikit perencanaan dan persiapan, sebenarnya kamu bisa mengubah pertanyaan yang dianggap sulit oleh kebanyakan orang tersebut menjadi pertanyaan yang membuat kamu menonjol dibandingkan kandidat lainnya.
Menurut Mark A. Herschberg, penulis buku The Career Toolkit: Essential Skills for Success That No One Taught You, ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan orang saat menjawab pertanyaan “apa kelemahan terbesarmu”:
Pertama, pertanyaan ini hampir tidak ada hubungannya dengan kelemahan, melainkan tentang proses si kandidat meningkatkan dirinya. Jadi, tak perlu fokus pada kelemahannya.
Kamu tidak perlu menyebutkan kelemahan, lalu menjelaskan panjang lebar tentang mengapa dan bagaimana mereka tidak pandai dalam hal tersebut.
Kedua, pertanyaan itu tidak memerlukan lebih dari satu kalimat penjelasan, itu pun kalau memang diperlukan penjelasan. Kelemahannya adalah menyiapkan jawaban yang sebenarnya dicari oleh pewawancara.
Baca Juga: Studi: 37 Persen Orang Suka Ngopi Demi Bisa Fokus Kerja, 45 Persen Ngopi Buat Sosialisasi
Kelemahan apa yang sebaiknya kamu pilih?
Hindari jawaban yang sombong tapi belagak rendah hati seperti "Saya bekerja terlalu keras" atau "Saya perfeksionis". Jawaban seperti itu tidak akan memberi poin apa pun buat kamu.
Tetapi, jangan pula menjawab bahwa kamu tidak punya kelemahan apa pun, karena pewawancara langsung tahu bahwa kamu tidak menyadarinya. Setiap orang pasti punya kelemahan.
Contoh jawaban humble bragging yang bagus
Artikel Terkait
Film Dokumenter Celine Dion Bakal Segera Tayang di Prime Video: Perjuangan Sang Diva Melawan Penyakitnya
Apes: Pria 24 Tahun Menyamar Sebagai Pilot Singapore Airlines, Ditangkap Di Bandara New Delhi
10 Kota dengan Jumlah Miliarder Terbanyak di Dunia, 2 Miliarder Indonesia Ada Di Kota Urutan Ke-9
K-Lovers Harap Merapat! SM Entertainment Indonesia Buka Tiga Lowongan Marketing dan Multimedia
Sah! Ario Bayu Gantikan Reza Rahadian sebagai Ketua Komite dan Ketua Pelaksana FFI 2024 - 2026
Cara Membeli Sukuk Tabungan ST012, Pastikan Sudah Punya Nomor SID dan Rekening Dana
Jelang Pelantikan, Prabowo Merasa Makin Diperhatikan Jokowi: "Saya Dipanggil 'Mas Bowo' Sekarang"