Contoh Jawaban Humble Bragging yang Bagus untuk Merespons “Apa Kelemahanmu” saat Wawancara Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 April 2024 | 18:31 WIB
Ilustrasi: Begini contoh jawaban humble bragging yang bagus untuk merespons pertanyaan  (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Begini contoh jawaban humble bragging yang bagus untuk merespons pertanyaan (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Ketika ditanya “Apa kelemahan terbesarmu”, jawaban umum yang sering diberikan pelamar adalah, “Saya seorang perfeksionis”, atau “Saya bekerja terlalu keras”, atau “Saya terlalu baik kepada orang lain”.

Umumnya, tanggapan semacam itu merupakan upaya terselubung untuk menjadikan kekuatan tampak sebagai kelemahan. Atau orang menyebutnya sebagai humble bragging.

Meskipun banyak pencari kerja menggunakannya untuk menyampaikan pencapaian mereka atau membuat diri mereka terasa lebih penting, hal ini membuat orang-orang tidak menyukaimu.

Baca Juga: Stop Memberikan Jawaban Humble Bragging Saat Wawancara Kerja karena Sudah Tidak Efektif Lagi!

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, peneliti Ovul Sezer, Francesca Gino dan Michael Norton, menyimpulkan humble bragging semakin populer, tetapi hal tersebut kontraproduktif.

Dengan sedikit perencanaan dan persiapan, sebenarnya kamu bisa mengubah pertanyaan yang dianggap sulit oleh kebanyakan orang tersebut menjadi pertanyaan yang membuat kamu menonjol dibandingkan kandidat lainnya.

Menurut Mark A. Herschberg, penulis buku The Career Toolkit: Essential Skills for Success That No One Taught You, ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan orang saat menjawab pertanyaan “apa kelemahan terbesarmu”:

Pertama, pertanyaan ini hampir tidak ada hubungannya dengan kelemahan, melainkan tentang proses si kandidat meningkatkan dirinya. Jadi, tak perlu fokus pada kelemahannya.

Kamu tidak perlu menyebutkan kelemahan, lalu menjelaskan panjang lebar tentang mengapa dan bagaimana mereka tidak pandai dalam hal tersebut.

Kedua, pertanyaan itu tidak memerlukan lebih dari satu kalimat penjelasan, itu pun kalau memang diperlukan penjelasan. Kelemahannya adalah menyiapkan jawaban yang sebenarnya dicari oleh pewawancara.

Baca Juga: Studi: 37 Persen Orang Suka Ngopi Demi Bisa Fokus Kerja, 45 Persen Ngopi Buat Sosialisasi

Kelemahan apa yang sebaiknya kamu pilih?

Hindari jawaban yang sombong tapi belagak rendah hati seperti "Saya bekerja terlalu keras" atau "Saya perfeksionis". Jawaban seperti itu tidak akan memberi poin apa pun buat kamu.

Tetapi, jangan pula menjawab bahwa kamu tidak punya kelemahan apa pun, karena pewawancara langsung tahu bahwa kamu tidak menyadarinya. Setiap orang pasti punya kelemahan.

Contoh jawaban humble bragging yang bagus

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: LinkedIn, Thetreehousepartners.com, Prosple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X