kubikel

4 Alasan Kita Perlu Memiliki Keterampilan Berpikir Analitis, dan Apa Manfaatnya bagi Karir Kita

Senin, 13 Mei 2024 | 18:43 WIB
Ilustrasi: Meskipun tidak berinteraksi dengan statistik dan data dalam pekerjaan, kita tetap memerlukan keterampilan berpikir analitis. (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Mendengar istilah analytical thinking mungkin terkesan berat. Padahal, kita mungkin menggunakan keterampilan berpikir analitis setiap hari tanpa menyadarinya, contohnya ketika memecahkan masalah kompleks atau memprioritaskan tugas.

Namun jika kita memahami arti keterampilan analitis dalam deskripsi pekerjaan, mengapa kita harus memasukkannya ke dalam rencana pengembangan karir, dan apa yang membuatnya penting untuk setiap posisi, bisa membantu memajukan karir kita.

Keterampilan berpikir analitis adalah keterampilan yang kita gunakan untuk meneliti dan menafsirkan informasi.

Baca Juga: Memahami Kemampuan Berpikir Analitis, Skill yang Amat Dibutuhkan dalam Banyak Bidang Pekerjaan

Meskipun kita mungkin mengasosiasikannya dengan analisis data, hal tersebut membantu kita berpikir kritis tentang suatu masalah, membuat keputusan, dan memecahkan masalah dalam konteks apa pun.

Artinya, kapan pun kita melakukan brainstorming untuk mencari solusi atau meninjau proyek yang tidak berjalan mulus, kita menganalisis informasi untuk menemukan kesimpulan.

Dengan begitu banyak lowongan kerja yang membutuhkan keterampilan analytical thinking, membuktikan skill tersebut memang relevan untuk hampir semua pekerjaan, dan menjadikannya wajib ada di CV.

Mengapa kita perlu memiliki pemikiran analitis?

Keterampilan analitis membantu kita berpikir objektif tentang informasi dan mengambil kesimpulan yang tepat.

Posisi yang menganggap keterampilan ini sebagai kualifikasi paling penting tumbuh sebesar 92% antara tahun 1980 dan 2018, yang menunjukkan betapa banyaknya permintaan terhadap keterampilan tersebut.

Meskipun tidak berinteraksi dengan statistik dan data dalam pekerjaan, kita tetap memerlukan keterampilan analitis agar mampu mengatasi berbagai persoalan di kantor.

Baca Juga: Indeks Tren Kerja 2024 : 83 Persen Pekerja di Asia Pasifik Memakai AI di Kantor

Kita perlu memiliki keterampilan berpikir analitis karena:

• Keterampilan tersebut bisa ditransfer: Kita dapat menggunakan keterampilan analisis dalam berbagai konteks profesional dan berbagai bidang kehidupan kita, seperti membuat keputusan besar bersama keluarga, atau menetapkan tujuan pribadi jangka panjang yang lebih baik.

• Analisis membantu kita memahami dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi, baik saat kita memulai posisi baru atau mengalami pergantian tempat kerja.

Halaman:

Tags

Terkini