Hal itu seperti informasi perusahaan tujuan, keahlian yang dibutuhkan pada perusahaan yang dituju.
Gen Z juga perlu untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka, agar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan saat melamar pekerjaan.
Melalui kebiasaan riset informasi tentang perusahaan ini juga dapat memotivasi Gen Z untuk belajar dan berusaha untuk memenuhi persyaratan masuk kerja di perusahaan tersebut.
Lawan Rasa Mager
Retno menilai, tantangan terbesar Gen Z yaitu terhindar dari rasa malas atau dikenal dengan istilah mager atau males gerak.
Terlebih, mager dapat menghambat mereka untuk berkembang dan mempelajari hal-hal baru.
Gen Z dapat memanfaatkan kelompok pertemanan untuk memacu semangat mereka, sebab mereka cenderung melihat siapa saya yang dapat mempengaruhi mereka melakukan sesuatu hal.
Contohnya, ketika Gen Z melihat teman sebagai rekan belajar akan membuat mereka terdorong untuk melakukan hal yang positif.
Bersikaplah dengan Optimis
Baca Juga: Baparekraf Developer Day Buka Peluang Tingkatkan Keterampilan Developer sesuai Standar Global
Psikolog Retno menyarankan agar Gen Z yang sedang dalam tahap mencari kerja untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Caranya dengan mengubah pola pikir atau mindset yang sebelumnya ragu-ragu dalam mencari pekerjaan, menjadi optimis agar meraih hasil yang maksimal.
Menurutnya, sikap optimisme dapat dibangun dengan memperlihatkan sikap yang baik selama proses pencarian kerja.
Sebab, pihak personalia atau human resources selalu melihat sikap yang ditunjukkan calon pekerja dalam proses seleksi untuk masuk ke perusahaan.***