PejuangKantoran.com - Percaya diri, sering dianggap sebagai salah satu sikap sombong. Pada kenyataannya, memang tidak sedikit pemimpin yang percaya diri tetapi tak sadar menjadi sombong di tempat kerja.
Meskipun mungkin percaya diri atau sombong sulit dipisahkan, tetapi penting untuk memahami perbedaannya agar pemimpin bisa membangun image yang lebih positif, tetapi tetap sukses.
Apalagi untuk para pemimpin yang memiliki tanggung jawab pada banyak karyawan.
Baca Juga: Kembangkan Salon Kecantikan Sekaligus Jadi AgenBRILink, Asmaul Jadi Tambah Untung!
Penyebab percaya diri dan kesombongan sering dianggap sama
Beberapa ahli di dunia kerja setuju bahwa rasa percaya diri atau sombong berada pada skala yang sama.
Maria Doughty, CEO Chicago Network, perusahaan yang bergerak di bidang kepemimpinan perempuan, berpendapat bahwa seseorang dengan rasa percaya diri sebetulnya menyadari nilai dirinya sendiri.
Jadi, ciri orang percaya diri sebenarnya adalah rendah hati serta open minded, sehingga ia mau belajar terus, bertumbuh, dan berkembang.
Tak heran jika orang yang percaya diri juga mengedepankan kesetaraan, kemampuan bekerja sama, dan merayakan pencapaian satu sama lain.
Sebaliknya, orang yang sombong cenderung tidak punya kesadaran diri dan rasa harga diri tinggi. Ini yang membuatnya tidak mau meminta bantuan atau belajar dari orang lain.
Baca Juga: Polri Buka Pendaftaran Bintara Bakomsus untuk Membantu Persiapan Program Makan Siang Gratis
Meningkatkan kepercayaan diri
Ada beberapa tips untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menghindari kesombongan.
Psikolog dan pelatih kepemimpinan Audrey Tang mengatakan, kesombongan muncul dengan merendahkan dan meremehkan orang lain. Sementara percaya diri adalah rasa bertanggung jawab.
Jadi, cara utama meningkatkan kepercayaan diri versi Audrey adalah dengan berbelas kasih kepada diri sendiri untuk bisa membangun harga diri sendiri.